Buaya Berkalung Ban
Pria Sragen Tangkap Buaya Berkalung Ban, Panji Petualang dan Matt Wright Selalu Gagal Menangkapnya
Sejumlah orang termasuk publik figur yang biasa menangani satwa liar telah mencoba melepas ban di tubuh buaya, tapi selalu gagal.
TRIBUNBANYUMAS.COM,PALU- Masih ingat dengan buaya berkalung ban di Kota Palu, Sulawesi Tengah yang sempat menjadi perbincangan?
Ya, buaya muara dengan panjang 4 meter, lebar 1,2 meter, dan tinggi 1 meter ini memiliki 'kalung' ban di tubuhnya.
Sejak 2016 awal kemunculan, ban yang melilit tubuh buaya ini belum bisa dilepaskan.
Sejumlah orang termasuk publik figur yang biasa menangani satwa liar telah mencoba melepas ban di tubuh buaya, tapi selalu gagal.
Tetapi tidak disangka, buaya tersebut takluk di tangan pria asal Sragen, Jawa Tengah.
Baca juga: Menanti Aksi Pawang dari Australia Selamatkan Buaya Berkalung Ban, Difilmkan Discovery Channel
Baca juga: Kisah Buaya Berkalung Ban: Panji Petualang hingga Bule Matt Wright Belum Berhasil Menangkapnya
Mengutip Kompas.com, sebelumnya Mattew Nicholas alias Matt Wright, pengisi acara dalam salah satu program di National Geographic sempat mencoba menangkap buaya berkalung ban itu.
Diketahui, ia berpengalaman dalam pemindahan satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman warga.
Dalam laman mattwrght.com.au, Matt disebut telah menangkap puluhan buaya.
Ia telah dua kali datang ke Palu untuk mencoba menangkap buaya tersebut, tapi selalu gagal.
Begitu juga dengan Panji Petualang.
Pria yang sering 'bergaul' dengan king cobra bernama Graga ini kala itu masih kesulitan menentukan cara menangkap buaya tersebut.
Ada lagi, Forrest Galante, pembawa acara televisi Extinct or Alive on Animal Planet yang berusaha menangkap buaya itu.
Percobaan penangkapan buaya itu dilakukan Forrest pada 2020.
Dalam melakukan upaya itu, ia dibantu tim dari Discovery Channel dan seorang pakar buaya bernama Jamal (45).
Namun, lagi-lagi upaya tersebut tak membuahkan hasil.
Baca juga: Heboh Buaya Berkalung Ban, Pernah Panggil Panji Petualang hingga Gelar Sayembara untuk Melepasnya
Setelah sejumlah orang melakukan upaya penangkapan berujung gagal, buaya berkalung ban itu akhirnya dapat ditaklukan oleh Tili, warga Sragen.
Aksi Tili dilakukan di bantaran Sungai Palu, Jembatan 2, Jalan Ngurah Rai pada Senin.
Diberitakan Tribun Palu, Tili ternyata sudah tiga pekan berniat menangkap buaya tersebut.
"Saya memang mau menangkapnya karena kasihan. Buaya itu terlilit ban selama bertahun-tahun," ujar Tili.
Setiap sore, dia memasang umpan yang terikat tali ke sungai sekitar.
Ujung tali lainnya diikat pada batang kayu besar yang ada di sekitar sungai untuk memudahkannya menarik buaya saat umpan dimakan.
"Kadang umpannya merpati, kadang ayam," kata Tili sembari memegang ban yang berhasil dilepas dari leher buaya.
Hingga akhirnya pada Senin petang, buaya tersebut memakan umpan yang dipasang oleh Tili.
Tili tak sendiri, warga setempat yang menonton aksinya turut membantu.
Saat buaya berhasil ditarik ke darat, Tili pun dengan sigap mengikat buaya itu.
"Sempat lepas dua kali dari umpan, setelah magrib baru berhasil," ungkapnya.
Masih dari Tribun Palu, Tili menggunakan uang pribadinya untuk keperluan menangkap buaya tersebut.
Mulai dari untuk membeli umpan, seperti ayam, burung merpati hingga bebek.
"Habis uang sekitar Rp 4 juta, kalau ayam sekitar 35 ekor sama merpati," jelasnya.
Selain umpan, ia juga memakai tali kapal untuk menjerat buaya berkalung ban itu.
"Saya jeratnya pakai tali kapal karena tidak ada modal, makanya saya sambung-sambung saja," tambahnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Gagal Ditangkap Panji Petualang hingga Matt Wright, Buaya Berkalung Ban Takluk di Tangan Pria Sragen"