Berita Jawa Tengah

Desa Purwosari Kendal Jadi Pilot Project Tambak Ikan Air Tawar, Chacha: Cara Lain Entaskan Stunting

Ibunda Cassia Shakir Ganinduto itu menunjuk Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo sebagai pilot project pembuatan tambak ikan air tawar.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
Instagram @chafrederica
Chacha Frederica dan suami, Dico M Ganinduto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Gebrakan demi gebrakan program dilakukan Wynne Frederica selama hampir setahun mendampingi suaminya, Dico M Ganinduto memimpin Kabupaten Kendal.

Aktris yang kerap disapa Chacha itu terus menggenjot program penuntasan angka stunting yang cukup tinggi di Kabupaten Kendal.

Dia terus menggerakkan kader PKK di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan dalam membuat program-program yang bisa mencegah tumbuhnya kasus stunting untuk masa yang akan datang.

Baca juga: Penataan Alun-alun Kaliwungu Kendal Dimulai Februari, PKL Direlokasi ke Gedung Eks Kawedanan

Baca juga: Enak! Anak-anak TK di Weleri Kendal Dapat Susu Gratis di Hari Gizi Nasional

Baca juga: Truk Bermuatan Rajungan Terguling di Jalan Pantura Kendal, Sopir Diduga Mengantuk

Baca juga: Mangkrak 6 Tahun, Rumah Dinas Bupati Kendal Akhirnya Ditempati. Bupati Dico Menjadi yang Pertama

Dalam waktu dekat, Chacha telah menyiapkan program baru penuntasan stunting.

Dia menginisiasi terbentuknya tambak ikan air tawar di tiap desa/kelurahan.

Tujuannya untuk menyiapkan tambahan gizi bagi anak-anak yang bisa diperoleh dari ikan-ikan air tawar.

Utamanya adalah ikan lele.

"Momentum Hari Gizi Nasional, kami punya program di Pokja 3 tentang makanan bergizi."

"Kami lebih suka praktik lapangan langsung."

"Maka, kami siapkan nanti pembuatan tambak ikan air tawar," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (26/1/2022).

Ibunda Cassia Shakir Ganinduto itu menunjuk Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo sebagai pilot project pembuatan tambak ikan air tawar.

Dia meminta kepada kader PKK setempat bersama Pemerintah Desa Purwosari untuk menyiapkan lokasi tambak.

Sementara bibit ikan akan dibantu pemerintah daerah secara gratis untuk dirawat dan dikembangkan.

Program tersebut, kata Chacha, sedianya sudah bisa mulai kurang dari dua bulan.

Nantinya, keluarga yang kurang mampu dan anak-anak yang terindikasi stunting diperbolehkan mengambil ikan di dalam tambak sebagai lauk tambahan gratis.

Dengan catatan, pemerintah desa harus berkomitmen merawat tambak agar ikan-ikan yang ada bisa terus berkembang.

"Desa Purwosari jadi desa percontohan program ini."

"Ikannya jangan sampai habis, harus terus dikembangkan."

"Setelah itu akan kami evaluasi untuk bisa dikembangkan ke desa-desa lainnya," tutur dia. (*)

Baca juga: Pekan Kedua PTM 100 Persen di Pati, Bupati Haryanto: Ada Beberapa Sekolah Tanpa Pembagian Shift

Baca juga: Sering Pantau Mantan Klub, Kiper PSIS Semarang Joko Ribowo Tak Sabar Hadapi Madura United

Baca juga: Tak Setuju Tenaga Honorer Dihilangkan, Ini Solusi yang Diusulkan Anggota Komisi D DPRD Jateng

Baca juga: Pimpinan Perguruan Tinggi di Jateng Dilaporkan Lakukan Pelecehan, Korban Para Mahasiswa Bidik Misi

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved