Berita Ekonomi Bisnis

Di Kendal Harga Telur Berangsur Membaik, Kini Paling Mahal Rp 25 Ribu, Cabai Rawit Rp 40 Ribu

Sebagian pedagang di Kendal ada yang mematok harga di bawah Rp 25.000 di tingkat konsumen lantaran stok telur yang lama telah habis.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MASUM
Pedagang di Pasar Kota Kendal sedang menyiapkan dagangan cabai dan bumbu dapur lainnya, Jumat (7/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Harga kebutuhan pokok komoditas telur ayam dan cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Kendal mulai berangsur membaik.

Harga telur ayam yang sempat tembus di angka Rp 32.000 per kilogram, kini turun drastis Rp 25.000 per kilogram. 

Bahkan, sebagian pedagang ada yang mematok harga di bawah Rp 25.000 di tingkat konsumen lantaran stok telur yang lama telah habis.

Baca juga: Bulan Dana PMI Kendal Tembus Rp 1,2 Miliar - Budi Mulyono: Naik Dua Kali Lipat Dibanding Sebelumnya

Baca juga: Cara Sederhana Cegah Stunting Sejak Dini di Kendal, Wynne Frederica: Menimbang Balita Harus Benar

Baca juga: 42 Ribu Anak di Kendal Tervaksin Covid, Target Vaksinasi 95 Ribu Anak Dipatok Selesai 14 Januari

Baca juga: Target 14 Januari Bupati Kendal: 95.000 Anak Sudah Disuntik Vaksin

Sementara harga cabai rawit merah mengalami penurunan dari Rp 70.000 per kilogram menjadi Rp 40.000 per kilogram.

Seorang pedagang di Pasar Kota Kendal, Jannah mengatakan, turunnya harga telur bisa saja dipengaruhi karena produksi telur meningkat, sedangkan permintaa menurun. 

Untuk cabai rawit hijau juga berangsur membaik dari Rp 65.000 per kilogram, menjadi Rp 50.000 per kilogram. 

"Setelah tahun baru ini dalam beberapa hari terakhir, harga-harga mulai stabil."

"Tidak ada yang melambung tinggi."

"Kecuali minyak goreng curah kemasan yang belum ada solusi," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (7/1/2022).

Dia berharap, Pemkab Kendal terus mengontrol pergerakan harga bahan pokok agar tetap stabil.

Seorang pembeli, Kholisotun bersyukur karena harga cabai rawit dan telur kembali stabil.

Meski demikian, bagi dia harga cabai di atas Rp 40.000 per kilogram masih cukup tinggi.

Termasuk harga minyak goreng yang kini tak kunjung turun.

"Kalau semua kebutuhan pada naik, masyarakat jadi susah."

"Karena pengeluaran akan membengkak."

'Kalau harga stabil, semua jadi tenang," jelasnya. (*)

Baca juga: Sopir Truk Merah Ini Ditangkap, Kabur Seusai Seruduk Motor di Kuwayuhan Kebumen, Korban Meninggal

Baca juga: Agar Koperasi Bisa Lebih Berkembang, Ini Tuntutan Bupati Arif Sugiyanto Kepada Dekopinda di Kebumen

Baca juga: Pemkab Cilacap Mulai Bahas Rencana Kerja 2023, Terungkap Beban Gaji PNS dan PPPK Capai Rp 470 Miliar

Baca juga: Cilacap Banjir Pujian, Dinilai Berhasil Budidayakan Ikan Sidat, Segara Anakan Jadi Jujukan Peneliti

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved