Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

PT Eclat Textile International Kendal Butuh 5.000 Tenaga Kerja, Perusahaan Ini Beroperasi di KIK

Sebuah perusahaan mutinasional asal Taiwan ini yang masih membutuhkan 5.000 tenaga kerja, dari total kebutuhan 6.500 pegawai.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
PEMKAB KENDAL
Sejumlah pekerja sedang menjahit pakaian di PT Eclat Textile International yang beroperasi di Kawasan Industri Kendal (KIK), Selasa (4/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Pemkab Kendal sedang mendata 5.000 tenaga kerja agar bisa produktif pada 2022.

Rencananya, 5.000 tenaga pekerja ini akan disalurkan ke PT Eclat Textile International yang beroperasi di Kawasan Industri Kendal (KIK).

Saat ini sebuah perusahaan mutinasional asal Taiwan ini yang masih membutuhkan 5.000 tenaga kerja, dari total kebutuhan 6.500 pegawai.

Baca juga: Pasar Weleri Kendal Dibangun Tahun Ini, Lahan Eks Terbakar Sudah Ditutup Permanen

Baca juga: Hari Pertama Pedagang Sudah Mengeluh Sepi, Muncul Pasar Tandingan di Terminal Bahurekso Kendal

Baca juga: Santri di Kendal Terampil Ubah Kotoran Kambing jadi Kompos, Bagian Menjaga Lingkungan

Baca juga: Berkah Akhir Tahun Bagi Atlet Berprestasi di Kendal, Pemkab Berikan Hadiah Total 225 Juta

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, ini menjadi satu solusi untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Kendal.

Kata dia, selain bekerja sama dengan PT Eclat dalam penyaluran tenaga kerja, Pemkab Kendal juga bekerja sama guna perumusan sistem peningkatan SDM.

Dia meminta kepada PT Eclat Textile International Kendal dan beberapa perusahaan lain di KIK agar memprioritaskan tenaga kerja asli Kendal

"Kami juga akan melakukan kerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan pihak ketiga, guna melakukan pelatihan untuk peningkatan kualitas SDM," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (4/1/2022).

General Plan Manager PT Eclat Textile International Kendal, Su Huang Jen mengatakan, perusahaan siap berkolaborasi bersama pemerintah daerah dalam hal pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.

Kata dia, saat ini kebutuhan pegawai baru terisi 1.240 orang yang sudah aktif bekerja.

Padahal, pihaknya membutuhkan 6.500 pegawai untuk bisa memproduksi produk secara maksimal.

Dengan kekurangan tenaga, Su Huang Jen berharap bisa dipenuhi secara bertahap oleh pemerintah daerah melalui Disperinaker Kabupaten Kendal.

"Kami siap bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memenuhi 6.500 pegawai."

"Dan itu masih kami lakukan secara bertahap," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (4/1/2022).

Kepala Disperinaker Kabupaten Kendal, Cicik Sulastri menyampaikan, dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja, pihaknya telah memaksimalkan adanya Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menjaring dan melatih calon tenaga kerja handal.

Dengan harapan, kebutuhan tenaga kerja ini bisa terpenuhi meski berjalan secara bertahap. (*)

Baca juga: Cilacap Banjir Pujian, Dinilai Berhasil Budidayakan Ikan Sidat, Segara Anakan Jadi Jujukan Peneliti

Baca juga: Baru Satu Jam Diparkir, Motor Pengunjung Rental PS di Cilacap Raib Digondol Maling

Baca juga: Alasan AJ Warga Kemranjen Banyumas Ini Sebar Foto Vulgar di Medsos, Tak Terima Diputus Sepihak

Baca juga: 654 Bidang Tanah Pemkab Banyumas Kini Punya Sertifkat, Masih Ada 1200 Bidang Belum Bersertifikat

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved