Rabu, 22 April 2026

Penanganan Corona

Saling Bertemu di SD Karangturi Semarang, Begini Asyiknya Obrolan Ganjar Bersama Dylan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mengecek pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Dylan sedang mendapatkan pujian dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo karena tidak takut bahkan tidak terasa saat disuntik vaksin di SD Karangturi Semarang, Kamis (30/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali mengecek pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

Kali ini Ganjar mengunjungi SD Karangturi Semarang di Jalan MT Haryono, sembari gowes, Kamis (30/12/2021) pagi.

Tingkah para siswa SD Karangturi ini berhasil memikat hati Ganjar.

Mulai keluguan, kelucuan, dan keberanian mereka dalam berkomunikasi.

Baca juga: Ganjar Perintahkan Gelar Operasi Pasar di Jateng, Akibat Tingginya Harga Minyak Goreng

Baca juga: Ganjar Acungi Jempol Buat Perawat RSUP dr Kariadi Semarang, Sigap Tangani Pasien Saat Kebakaran

Baca juga: Kamis Malam Ganjar Datangi RSUP dr Kariadi Semarang : Alhamdulillah Semua Baik-baik Saja

Baca juga: Ganjar Masih Yakin Timnas Indonesia Bakal Memenangi Piala AFF, Khususnya di Leg Kedua

Seorang di antaranya adalah Dylan Amora Prasetyo (8).

Saking akrabnya ngobrol dengan Ganjar, Dylan bahkan tidak merasakan jarum suntik yang masuk ke lengan kirinya.

"Sakit nggak disuntiknya?"

"Tadi sudah masuk belum suntikan ya?" tanya Ganjar sesaat setelah nakes menarik suntikan dari lengan Dylan.

"Nggak."

"Tidak tahu (sudah disuntik), tidak kerasa kok," ujar Dylan yang belum sadar kalau ia sudah disuntik vaksin dosis pertama.

Sontak jawaban dari Dylan itu membuat Ganjar senang.

Dylan pun mendapatkan pujian dari Ganjar karena tidak takut bahkan tidak terasa saat disuntik vaksin.

"Hebat."

"Mungkin satu sekolah ini yang paling hebat kamu, karena tidak merasakan suntikan," kata Ganjar.

Tanggapan Dylan sekali lagi membuat Ganjar terkesan.

Dylan tidak takut karena ia bercita-cita menjadi artis Korea.

"Soalnya aku nanti mau jadi artis Korea jadi harus berani," ujar Dylan yang diantar orangtuanya untuk ikut vaksin.

Obrolan keduanya semakin hangat ketika Dylan menceritakan aktivitasnya di rumah membantu orangtua untuk pekerjaan ringan seperti cuci piring, mengepel, dan menyapu.

Dia juga sering memijat ibunya yang kelelahan seusai bekerja.

"Mami kan kerja terus, jadi aku pasti bantu pijetin."

"Biasanya pijat punggung atau kaki," ujar Dylan yang kemudian diminta mempraktikkan dengan memijat punggung Ganjar.

Kehangatan itu terus berlanjut sampai Ganjar dan Dylan keluar dari ruang vaksinasi.

Bahkan saking akrabnya, Dylan berani menanyakan apakah tatto di tangan Ganjar itu asli atau tidak.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun memang belum lama dimulai, tetapi antuasiasme cukup tinggi.

Dari beberapa kota/kabupaten yang dikunjungi sebelumnya dapat berjalan lancar, seperti di Pekalongan, Boyolasi, Sragen, dan Kota Semarang.

Bahkan di Sragen sudah mencapai 50 persen lebih.

"Baru beberapa hari Alhamdulillah sudah bagus."

"Sekarang ini saya lihat yang di Kota Semarang, kemarin juga lihat yang di Boyolali."

"Antuasiasme anak-anak sangat tinggi."

"Artinya kita punya kesempatan yang bagus untuk melakukan percepatan," katanya.

Keyakinan untuk melakukan percepatan itu tentunya didukung dengan sambutan yang bagus dari anak-anak yang berani dan hebat.

Kemudian orangtua yang mendukung sehingga sangat membantu.

"Kalau kita bisa lakukan percepatan akan sangat bagus sekali untuk Jawa Tengah, untuk Indonesia."

"Anak-anak kita bantu untuk mengamankan dengan vaksin sambil terus jaga proses," kata Ganjar. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Setiap Pintu Cuma 700 Orang - Cara Pemkab Karanganyar Antisipasi Lonjakan Pendakian Gunung Lawu

Baca juga: Catut Nama Ponpes Al Kahfi Somalangu Kebumen saat Cari Sumbangan, Warga Sumenep Jatim Diamankan

Baca juga: Vaksinasi Covid bagi Anak 6-11 Tahun di Cilacap Dimulai, Sasar 177.000 Anak

Baca juga: Data Akhir Tahun Polresta Banyumas - Angka Kecelakaan Meningkat, Bertambah 14 Kasus Dibanding 2020

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved