Senin, 1 Juni 2026

Berita Purbalingga

Manfaatkan Halaman Rumah, Warga Kembangan Purbalingga Ramai-ramai Tanam Anggur

Warga Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, membudidayakan anggur.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Dok Humas Pemkab Purbalingga
Ronggo Selviano (27), petani anggur di Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, menunjukkan anggur siap petik di halaman rumahnya, Kamis (30/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Warga Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, membudidayakan anggur.

Tak butuh lahan luas. Mereka memanfaatkan halaman rumah untuk mengembangkan tanaman buah tersebut.

Hal ini juga dilakukan warga di Kecamatan Bobotsari.

Budi daya anggur di Purbalingga dimotori perangkat desa hingga penyuluh pertanian.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Purbalingga Mukodam dalam talkshow di Pendopo Dipokusumo, Kamis (30/12/2021).

Mukodam pun mendorong Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Purbalingga memanfaatkan lahan praktik di Balai Penyuluh Pertanian untuk membudidayakan tanaman anggur meskipun hanya beberapa batang.

Baca juga: Tahun Baru, Alun-alun Purbalingga Ditutup tapi Tempat Wisata Boleh Beroperasi

Baca juga: Polisi Purbalingga Tutup Sejumlah Ruas Jalan saat Malam Pergantian Tahun, Berikut Titik-titiknya

Baca juga: Lantik 160 Pejabat Fungsional, Bupati Purbalingga: Terus Tingkatkan Kinerja

Baca juga: Perangkat Desa Terbatas, Pemdes Karanganyar Purbalingga Bikin Aplikasi untuk Permudah Layani Warga

Menurutnya, penyuluh pertanian sudah memahami dan belajar budi daya anggur.

Karenanya, ketika ada masyarakat petani yang tertarik membudidayakan anggur penyuluh siap mendampingi.

Mukodam pun senang budi daya anggur mulai diminati masyarakat.

Tren ini, menurutnya, harus disambut meski budi daya anggur belum menjadi komoditas yang mendominasi lahan dan masih terbatas penanamannya.

"Adanya tren menanam anggur di lahan pekarangan menjadi sebuah peluang yang bagus bagi petani."

"Karena, tanaman anggur memiliki daya tarik sendiri, mempunyai nilai rekreatif, dan memiliki nilai edukatif bila dijadikan agrowisata," kata Mukodam.

Setelah uji coba budi daya anggur dilakukan beberapa BPP, ternyata, anggur dapat tumbuh baik di wilayah Purbalingga.

Hanya, proses penumbuhan sampai berbuah membutuhkan perawatan yang cukup rumit.

Mukodam mengatakan, butuh ketelatenan dalam penyiapan nutrisi, pengendalian hama secara seksama, pemangkasan ranting, hingga pemberian pupuk.

Seorang petani anggur, Ronggo Selviano (27), warga Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, mengaku tertarik menanam anggur, berawal dari adanya lahan atau pekarangan kosong yang tidak terawat.

Memanfaatkan halaman rumah, Ronggo yang menanam anggur sejak Desember 2020 lalu, sudah mencoba membuahkan anggur yang ditanam.

Baca juga: Mayoritas Kasus Omicron di Indonesia Tak Bergejala, Dokter FKUI Ungkap Efektivitas Vaksinasi Covid

Baca juga: Pascakebakaran di RSUP Kariadi Semarang, Layanan Poli di Kasuari Dialihkan ke Paviliun Garuda

Baca juga: Viral, Aksi Balap Liar Terjadi di Exit Tol Pekalongan. Ditonton Seratusan Orang sambil Berkerumun

Baca juga: Biaya Rapid Test Antigen di Stasiun Daop 5 Purwokerto Turun Jadi Rp 35 Ribu, Berlaku Mulai 1 Januari

Ronggo mengatakan, ada 20 pohon anggur yang ditanam dengan 10 jenis atau varietas berbeda.

Menurutnya, untuk menanam anggur, harus disediakan media tanam terlebih dahulu, kurang lebih dua bulan.

Media tanam mengunakan sekam bakar, kotoran hewan, dan tanah, dengan perbandingan 1:1.

"Selain media tanam, kita juga harus rutin merawat tanaman anggur karena membutuhkan ketelatenan."

"Tanaman anggur kami memang belum memproduksi buah anggur dalam skala banyak namun baru untuk konsumsi keluarga dan tamu yang datang guna sharing seputar menanam anggur," katanya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved