Breaking News:

Berita Salatiga

Klaster Sekolah Muncul Lagi di Salatiga, 11 Guru dan 1 Siswa SD Swasta Positif Covid

PTM terbatas di sebuah sekolah dasar (SD) swasta di Kota Salatiga dihentikan setelah temuan 11 guru dan seorang murid positif Covid-19.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sebuah sekolah dasar (SD) swasta di Kota Salatiga dihentikan setelah temuan 11 guru dan seorang murid positif Covid-19.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan, penghentian PTM terbatas ini berlaku dua pekan.

Menurutnya, klaster sekolah dimungkinkan terjadi setelah para guru dan murid tertular Covid-19 dari seorang guru yang baru pulang melakukan perjalanan dari luar kota.

"Pada 24 November 2021, guru tersebut melakukan tes PCR dan dinyatakan negatif. Kemudian, melakukan isolasi mandiri di rumah selama lima hari," jelasnya, Senin (6/12/2021).

Baca juga: Disdik Salatiga Putuskan Ada Libur Semesteran Sekolah, Berlangsung 15-23 Desember

Baca juga: Rem Blong, Truk Tabrak Lima Kendaraan Lain di Turunan JLS Salatiga. Seorang Polisi Tewas

Baca juga: Polisi Periksa 4 Orang Terkait Video Mesum Pelajar di Salatiga, Kasus Ditangani secara Tertutup

Kemudian, pada 29 sampai 30 November 2021, masuk kerja seperti biasa dan melakukan tugas pengawasan Penilain Akhir Semester (PAS).

"Namun karena kondisi tidak enak badan, guru tersebut izin ke kepala sekolah untuk pulang," kata Yuliyanto.

Selanjutnya, pada 1 Desember 2021, guru tersebut melakukan tes PCR dan dinyatakan positif.

"Mengetahui hal tersebut, kepala sekolah melapor ke Dinas Kesehatan. Mereka yang kontak langsung diberi vitamin untuk antisipasi selama lima hari," jelas Yuliyanto.

Yuliyanto mengatakan, setelah ada laporan tersebut, kemudian, sebanyak 15 tenaga kependidikan dan staf melakukan tes PCR dan melaksanakan isolasi mandiri di rumah.

"Karena kondisi tersebut, pembelajaran selama 14 hari ditutup," tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, dilakukan tracing kepada kontak erat pasien Covid-19 dari sekolah.

"Kami melokalisasi agar penyebaran tidak meluas dan semua pasien dapat segera pulih," kata Yuliyanto.

Dia mengimbau masyarakat untuk tanggap dengan kondisi kesehatannya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Jika kondisi tubuh sedang tidak sehat, langsung periksakan diri sebagai antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19," ungkapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Guru dan Seorang Murid SD Swasta di Salatiga Positif Covid-19, PTM Dihentikan".

Baca juga: Ditinggal Kondangan, Rumah Warga Bumisari Purbalingga Terbakar. Api dari Tungku untuk Memasak Air

Baca juga: Tak Ingin Mualaf Baru Terseret Aliran Tak Jelas, PITI Jateng Berharap Ada Mualaf Center di Banyumas

Baca juga: Fakta Pendaki Ukraina Tersesat di Gunung Merbabu, Ternyata Mekanik Helikopter di Lanud Semarang

Baca juga: Warga Gubugsari Kendal Ditemukan Tewas di Selokan, Hasil Autopsi Meninggal karena Cekikan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved