Jumat, 15 Mei 2026

Berita Kendal

Omzet Penjualan Serbuk Rempah Warga Kendal Tembus Rp 23 Juta Per Bulan, Ini Kuncinya

Nur Hidayah (32), pengusaha serbuk rempah herbal asal Desa Bulugede, Kendal, berhasil meningkatkan omzet penjualan hingga Rp 23 juta per bulan.

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Peserta Sekolah Bisnis Muslim (SBM) PD Muhammadiyah Kendal mengikuti prosesi wisuda ke-4, Minggu (28/11/2021). 

Setiap orang mendapatkan dana stimulus dengan nominal berbeda, tergantung proposal yang diajukan.

"Sebenarnya, yang daftar SBM 2021 ada 50 orang tapi yang berhak lulus memenuhi syarat hanya 39 orang," terangnya.

Setiap peserta, kata Noer, ada yang sudah memiliki usaha untuk dikembangkan, baru memulai usaha, dan beberapa peserta hanya mempunyai gambaran atau keinginan.

Setelah lulus dan mendapatkan dana stimulus, setiap peserta beserta usahanya akan dipantau selama 1 tahun.

Beberapa peserta pelatihan tersebut datang dari berbagai bidang usaha, misalnya perbengkelan, kuliner, pertanian, industri, retail, hingga usaha peternakan.

Baca juga: Viral Video Asisten Pelatih Persibat Batang Tidur saat Laga Melawan Persipa Pati, Begini Faktanya

Baca juga: Nekat Terobos Perlintasan Kereta, Mobil Calya Ditabrak KA Wijayakusuma di Dekat Stasiun Ijo Banyumas

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 29 November 2021: Rp 966.000 Per Gram

M Noer menyebut, sudah ada pelaku usaha jebolan SBM yang kini sukses meraup omzet Rp 30 juta per hari.

Ia berharap, program terobosan yang digagas PD Muhammadiyah ini bisa terus berjalan memberikan manfaat banyak kepada masyarakat.

"Peserta bebas, mulai dari remaja hingga dewasa, yang penting mau komitmen. Setiap tahunnya, juga mendapatkan dana stimulus usaha, jumlahnya bervariasi. Setelah lulus akan didampingi selama setahun," ucapnya.

Sementara, Ketua PD Muhammadiyah Kendal Ikhsan Intizam mengatakan, sekolah bisnis muslim ini gratis bagi masyarakat yang hendak memulai atau mengembangkan dunia usaha.

Selain di bidang pengembangan UKM, pihaknya juga menjalankan berbagai program untuk masyarakat.

Satu di antaranya, program di bidang kesehatan.

Pihaknya berkomitmen terus mengembangkan berbagai program yang bisa berdampak positif pada masyarakat.

Baik dalam hal pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun penguatan ekonomi kerakyatan.

"Majunya ekonomi juga bergantung pada SDM yang kompeten. Maka perlu adanya pendidikan yang berkualitas. Salah satunya, melalui SBM ini untuk mewujudkan ekonomi mandiri," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved