Jumat, 12 Juni 2026

Berita Kesehatan

Puluhan Warga Parakancanggah Banjarnegara Terinfeksi Chikungunya, Berikut Gejala Penderitanya

Sejak Idulfitri 2021, pihaknya sudah mendapati informasi beberapa warga Kelurahan Parakancanggah Banjarnegara yang terkena chikungunya. 

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
PEMKAB BANJARNEGARA
Sejumlah warga di Kelurahan Parakancanggah, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara sedang mengantre vaksin, Selasa (16/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pandemi Covid-19 belum hilang, sebagian masyarakat di Banjarnegara kini dihantui penyakit chikungunya. 

Di Kelurahan Parakancanggah, sejumlah warga terinfeksi virus yang dibawa nyamuk tersebut. 

Lurah Parakancanggah, Sarwosri mengatakan, 26 warganya terkena chikungunya.

Baca juga: Ngos-ngosan Bayar Insentif RT RW, PPDI Banjarnegara Minta Pemkab Tak Lagi Pangkas ADD

Baca juga: Tidak Menurun, Begini Antusiasme Warga Ikuti Vaksinasi Dosis Kedua di Desa Pucang Banjarnegara

Baca juga: Vaksinasi Covid bagi Lansia di Banjarnegara Terus Digenjot, Giliran Warga Parakancanggah

Baca juga: Pemkab Banjarnegara Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana, Berlaku Tiga Bulan Mulai 9 November

Tetapi itu baru mereka yang memeriksakan diri dan terdata di Puskesmas. 

Belum termasuk penderita lain yang memeriksakan diri ke rumah sakit, maupun dokter praktik.

Ada juga penderita chikungunya yang memutuskan menjalani penyembuhan secara mandiri di rumah atau tidak berobat ke rumah sakit. 

"Itu yang periksa di Puskesmas."

"Karena ada yang periksa rumah sakit, dokter, dan tidak berobat," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (17/11/2021). 

Serangan chikungunya sebetulnya bukan baru-baru ini terjadi.

Sri mengatakan, sejak Idulfitri 2021, pihaknya sudah mendapati informasi beberapa warganya terkena chikungunya. 

Tetapi puncak warga mulai banyak yang terpapar sejak Oktober hingga November 2021. 

Gejala yang umum bagi penderita chikungunya adalah pusing, tulang pegal, dan muncul ruam merah pada kulit. 

Penyakit ini, dari informasi yang dia dapatkan, tidak mematikan seperti demam berdarah.

Hanya penderitanya sulit beraktivitas karena penyakit itu menyerang persendian.

Dia melihat, sejumlah penderita chikungunya sulit bergerak hingga cara berjalan mirip robot. 

"Tidak mematikan, cuma sembuhnya lama," katanya.

Dia melihat, penyembuhan chikungunya yang menyerang warganya cukup lama, sampai satu hingga dua bulan.

Berbeda dengan anak kecil yang masa penyembuhannya relatif lebih singkat, berkisar 14 hari karena sistem imunnya masih kuat. 

"Ada yang sudah sembuh, lalu pergi capek terus imunnya turun, kambuh lagi," katanya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Lima Tahanan Kejari di Rutan Polres Kebumen Dipindahkan, Waktunya Memasuki Masa Persidangan

Baca juga: Polres Kebumen Bagikan Sembako ke Tukang Becak: Mereka Masih Kesulitan Dapat Penumpang

Baca juga: Polisi Periksa 13 Saksi dan Ambil Sampel Fluida Sisa Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap

Baca juga: Tol Yogya-Cilacap Bakal Lewati 3 Kecamatan di Banyumas, Khusus Sumpiuh Jadi Perhatian karena Banjir

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved