Breaking News:

Berita Semarang

Tempat Wisata dan Kafe di Kota Semarang Kian Ramai, Disbudpar Minta Pengelola Tetap Waspadai Covid

Pariwisata di Kota Semarang mulai menggeliat di tengah penerapan PPKM Level 1. Hal itu dapat dilihat dari okupansi hotel yang mulai penuh.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
ILUSTRASI. Kawasan Kota Lama Semarang mulai kembali dipadati pengunjung, setelah beberapa waktu sepi dari kunjungan seiring pandemi virus corona yang melanda Indonesia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pariwisata di Kota Semarang mulai menggeliat di tengah penerapan PPKM Level 1. Hal itu dapat dilihat dari okupansi hotel yang mulai penuh.

Tingkat kunjungan ke restoran dan kafe juga kian meningkat.

Terkait kondisi ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Indriyasari mewanti-wanti para pengelola sektor wisata agar berhati-hati.

"Harus hari-hati. Kita lihat sudah PPKM Level 1, Semarang banyak disinggahi. Jalanan penuh, hotel penuh, resto juga seperti itu. Kami jaga pengelolaannya supaya terjamin," terang Iin, sapaannya, Minggu (14/11/2021).

Baca juga: Sudah Sembilan Kejadian Longsor, Data BPBD Kota Semarang Sepanjang November 2021

Baca juga: Sambut Hari Ayah, Sineas Kota Semarang Produksi Film Tiga Babak Bapak. Cerita 3 Bapak Hadapi Masalah

Baca juga: Undip Semarang Kenalkan Bus Anticovid, Diklaim Pertama di Indonesia, Berikut Spesifikasi Lengkapnya

Baca juga: Tempat Parkir di Stasiun Semarang Tawang Makin Luas, Tarif Inap Kendaraan Mulai Rp 17 Ribu

Menurutnya, Pemerintah Kota Semarang bersama Forkopimda rutin melakukan pengawasan terhadap sektor wisata dan hiburan.

Di sisi lain, dia mengharapkan, kontrol dari masyarakat terhadap dua sektor tersebut.

Iin meminta masyarakat dapat melaporkan kepada Disbudpar apabila ada sektor wisata dan hiburan yang melanggar jam operasional, protokol kesehatan tidak dilaksanakan, ataupun tidak menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

Aplikasi PeduliLindungi penting diterapkan untuk keperluan tracing, tracking, dan treatment, apabila ditemukan kasus.

"Kalau ada yang belum pakai, beri tahu kami, nanti kami beri kodenya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto menilai, pelanggaran sektor wisata dan hiburan sudah cukup baik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved