Breaking News:

Berita Pendidikan

Milenial Gunakan Frasa atau Bahasa Gaul di Medsos, Dosen UPGRIS: Boleh Asal Tidak di Forum Formal

Istilah atau frasa asing banyak dijumpai pada bahasa yang digunakan di media sosial, khususnya di kalangan anak muda.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Dr Asropah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Istilah atau frasa asing banyak dijumpai pada bahasa yang digunakan di media sosial, khususnya di kalangan anak muda.

Istilah yang dipakai warganet (sebutan masyarakat pengguna internet) pun beragam. Mulai dari satu kata, frasa, kata singkatan, hingga yang menggunakan bahasa Inggris atau campuran.

Contoh istilah yang digunakan biasanya merupakan kebalikan dari kata aslinya.

Misalnya, 'sabi' yang berasal dari kata 'bisa', hanya dibalikan suku katanya.

Istilah lain yang kerap dipakai milenial di medsos yang serupa, yakni 'tubir' atau berarti 'ribut', 'kane' berarti 'enak', 'kuy' atau 'yuk' (kata ajakan).

Kemudian, frasa yang merupakan singkatan dalam Bahasa Inggris, di antaranya, OTW (on the way) artinya sedang di jalan, PAP (post a picture) artinya kirim foto, ASAP (as soon as possible) artinya secepat mungkin, CMIIW (correct me if Im wrong) artinya koreksi saya jika salah.

FYI (for your information) artinya untuk kamu ketahui, LOL (laugh out loud) artinya tertawa terbahak-bahak.

Baca juga: Lewat Pameran, Mahasiswa Arsitektur UPGRIS Tawarkan Rumah dan Gedung Ramah Lingkungan

Baca juga: Film Pendek Ini Didedikasikan Buat Puskesmas, Cara Mahasiswi Upgris Semarang Edukasi PHBS

Baca juga: Perjuangan Kurir Antar Pesanan Permen Rp 135 ke Clapar Banjarnegara, Kisahnya Jadi Viral di Medsos

Baca juga: Hoaks! Anak Macan di Pagedongan Banjarnegara, Bikin Heboh di Medsos, Rasman: Mungkin Bocah Iseng

Ada juga singkatan menggunakan Bahasa Indonesia, antara lain 'baper' atau bawa perasaan, 'japri' artinya jaringan pribadi, 'mager' artinya malas gerak.

Bisa juga dengan beragam frasa atau kata lain. Misalnya 'goks' yang artinya gokil atau gila (biasa diungkapkan saat memuji sesuatu yang keren), 'valid no debat' (biasa diungkapkan saat menunjukan sesuatu yang pasti), 'nego no afgan' (biasa digunakan saat menjual barang dengan harapan tidak ditawar dengan harga rendah).

Terkait penggunaan bahasa ini, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Dr Asropah mengatakan, bahasa yang digunakan di medsos, terutama oleh kalangan milenial, merupakan wujud dari kreativitas berbahasa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved