PSIS Hari Ini
Kritik Panser Biru Buat PSIS Semarang - Ada Perbedaan Gaya Permainan di Seri Pertama dan Kedua
Ketua Umum Panser Biru, Galih Eko Putranto menyebut, ada perbedaan gaya permainan PSIS Semarang di seri pertama dan kedua.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - PSIS Semarang belum menunjukkan konsistensi bermain dalam sebelas pertandingan yang sudah dilewati pada kompetisi BRI Liga 1 2021/2022.
Sempat memuncaki klasemen sementara dengan predikat satu tim tak terkalahkan di series pertama (pertandingan pertama sampai keenam), permainan PSIS pada series kedua (pertandingan ketujuh sampai ke sebelas) hanya meraih dua kemenangan.
Yang lainnya adalah satu kali seri, dan dua kali kekalahan.
Baca juga: Wallace Costa Sebut Series Ketiga Jadi Momentum Kebangkitan PSIS Semarang, Syaratnya Tetap Fokus
Baca juga: Terapkan Teknologi Movecularknit, Begini Penampakan Detail Jersey Ketiga PSIS Semarang
Baca juga: Bek PSIS Semarang, Frendi Saputra: Series Kedua Kurang Memuaskan, Ketiga Makin Berat
Baca juga: Ian Gillan Sebut Lini Depan PSIS Semarang Masih Perlu Killer Instinct, Tim Belakang Sudah Solid
Kondisi tersebut tak lepas dari beberapa masalah internal yang menghinggapi PSIS Semarang.
Mulai dari absennya beberapa pemain karena cedera ataupun hukuman akumulasi kartu, pada series kedua PSIS justru tak didampingi asisten pelatih Imran Nahumarury yang sebelumnya diplot sebagai pelatih sementara.
Tak diketahui secara pasti apa yang membuat Imran tak kembali ke tim.
Dalam waktu yang bersamaan PSIS Semarang sudah bisa didampingi pelatih kepala asal Skotlandia, Ian Andrew Gillan yang sebelumnya dikabarkan terkendala masuk ke Indonesia.
Menanggapi performa PSIS, Ketua Umum Panser Biru, Galih Eko Putranto menyebut, ada perbedaan gaya permainan PSIS Semarang di seri pertama dan kedua.
Pihaknya pun berharap tim PSIS Semarang segera berbenah.
Sebagai contoh adalah melakukan evaluasi sebelum kembali melanjutkan kompetisi.
"Kami memang merasakan perbedaan gaya permainan PSIS Semarang seri pertama dan kedua."
"Ini adalah sebuah masalah yang harus segera dievaluasi untuk persiapan seri ketiga," kata Galih Ndog, demikian sapaan akrab Galih Eko Putranto kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (12/11/2021).
"Menurut kami secara permainan PSIS pun belum begitu bervariasi terlepas ada perbedaan lawan yang dihadapi di series pertama dan kedua," jelas Galih.
Tak dipungkiri, kerap absennya sejumlah pemain inti cukup berpengaruh terhadap performa tim.
"Dan juga terlepas silih bergantinya pemain yang cedera atau akumulasi kartu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/panser-biru-galih-ndog.jpg)