Berita Jawa Tengah

Gempa Magetan Terasa Hingga Tawangmangu Karanganyar, PVMBG: Dipicu Aktivitas Sesar Minor

PVMBG mengimbau kepada masyarakat untuk tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak benar terkait gempa bumi yang terasa di Karanganyar.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
Shutterstock
ILUSTRASI - Informasi gempa bumi hari ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan gempa yang terasa di Tawangmangu Karanganyar dan Magetan Jawa Timur dipicu adanya aktivitas sesar minor. 

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Barat PVMBG Badan Geologi, Ahmad Sholikin menyampaikan, hampir di seluruh wilayah Indonesia ditemukan adanya sesar aktif dengan dimensi yang berbeda-beda.

Begitu juga magnitudo atau kekuatan gempa yang dikeluarkan dari sesar aktif itu.

Baca juga: Warga Tawangmangu Karanganyar Rasakan Gempa, Belum Ada Laporan Kerusakan

Baca juga: Hasil SKD CPNS Karanganyar Sudah Diumumkan, Jadwal SKB Digelar Pertengahan November di UNS Solo

Baca juga: Selamat, Dua Tradisi Warga Tawangmangu Karanganyar Ditetapkan Sebagai WBTB Nasional 2021

Baca juga: Target Rampung Pekan Depan, BPBD Karanganyar Pasang EWS di Jatirejo dan Gondang Gentong

"Di sekitar Gunung Lawu dan Gunung Sidoramping (Magetan) memang ada beberapa sesar yang bisa dikatakan sesar minor."

"Artinya dimensinya tidak terlalu besar dan potensi gempa, magnitudonya relatif kecil," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin, (1/11/2021).

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak benar terkait gempa bumi tersebut.

Lanjutnya, Gunung Lawu termasuk dalam kategori gunung berapi tipe B. 

Dia menuturkan, adanya gempa bumi dengan magnitudo 2,9 tersebut tidak berdampak terhadap aktivitas Gunung Lawu

"PVMBG mengkategorikan Gunung Lawu sebagai gunung tipe B."

"Gunung api yang sesudah era 1.600 belum lagi mengalami erupsi magnetik."

"Namun bisa melihat ada gejala-gejala keaktifan di gunung apinya itu seperti ada misal asap dari kawahnya," ucapnya.

"Kaitannya dengan gunung api (aktivitas), tidak ada impactnya terhadap aktivitas Gunung Lawu," imbuhnya. 

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan informasi, gempa magnitudo 2,9 terjadi pukul 07.46, Senin (1/11/2021).

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7.72 LS dan 119.19 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 18 Km barat daya Magetan Jawa Timur pada kedalaman 14 kilometer.

Laporan masyarakat yang diterima BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, dan Sarangan Kabupaten Magetan.

Ketua Relawan Lintas Tawangmangu (Realita), Trisno menyampaikan, sejumlah warga di Kecamatan Tawangmangu merasakan adanya gempa, terutama warga yang tinggal di wilayah Blumbang dan Gondosuli. 

"Yang terasa (adanya gempa) itu di Blumbang dan Gondosuli."

"Itu laporan warga," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (1/11/2021). 

Dia menuturkan, tidak ada kerusakan yang timbul dari adanya gempa bumi tersebut. (*)

Baca juga: Dijuluki Ratu Ular, Nenek Asal Purwokerto Banyumas Kerap Bantu Warga Tangkap dan Koleksi 75 Ular

Baca juga: Tunda Pembukaan CFD di Seputaran Alun-alun Purwokerto, Pemkab Banyumas Minta Warga Tetap Berolahraga

Baca juga: Diundang ke Bali, Kie Art School Purbalingga Tampilkan Kesenian Ujungan Berusia 111 Tahun

Baca juga: Buka Diklatsar Satgas Karang Taruna, Bupati Purbalingga Ingin Anak Muda Jadi Agen Perubahan

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved