Selasa, 14 April 2026

Berita Solo

Gilang Diduga Tewas Akibat Pukulan, Polisi Periksa 21 Panitia Diklat Menwa UNS Solo

Kepolisian meminta keterangan 21 panitia kegiatan diklat Menwa UNS Solo yang menewaskan seorang peserta diklat.

Editor: rika irawati
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Kolase foto Gilang dan prosesi pemakaman di rumah duka Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Senin (25/10/2021). Gilang meninggal saat mengikuti diklat Menwa UNS Solo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Kepolisian meminta keterangan 21 panitia kegiatan diklat Menwa UNS Solo yang menewaskan seorang peserta diklat.

Hal ini disampaikan pimpinan UNS Solo saat memberikan keterangan resmi, Selasa (26/10/2021).

Dalam kesempatan itu, hadir Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS Prof Ahmad Yunus dan Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto.

Dikatakan Sutanto, UNS bersama kepolisian sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lingkungan kampus dan Jembatan Jurug.

"Panitia sejumlah 21 mahasiswa, senior, dan pembina sudah dimintai keterangan. Kami dari UNS sepenuhnya menyerahkan penyidikan ini ke pihak berwenang," jelasnya dalam konferensi pers.

Baca juga: Kabar Terbaru Kematian Gilang - Teman Sekelas: Dia Sedang Ikut Diklat Menwa UNS Surakarta

Baca juga: Pihak Keluarga Temukan Keganjilan Kematian Gilang, Wajahnya Penuh Luka, Pasca Diklat di UNS Solo

Baca juga: Inilah Kenangan Terakhir Sang Ayah Bersama Almarhum Gilang, Mahasiswa UNS Solo Asal Karanganyar

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di 7 Sekolah di Solo Dihentikan, Ditemukan Kasus Covid-19 di 5 SD dan 2 SMP

Prof Ahmad Yunus menambahkan, selain mengucapkan bela sungkawa, kampus juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga serta kepolisian.

Pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab tewasnya salah satu mahasiswa saat mengikuti Diklat Menwa UNS itu.

"Hasil dari autopsi masih menunggu dari kepolisian, UNS menyerahkan hasil kesimpulan kejadian tersebut secara resmi dari kepolisian," aku dia.

"Apakah itu kecelakaan atau ada unsur dugaan kekerasan, kami sepenuhnya menunggu dari pihak kepolisian," ucapnya menekankan.

Prof Yunus menambahkan, sejak insiden maut ini terjadi, kampus melakukan pengawalan.

Mulai dari mengantarkan jenazah ke rumah duka pada Minggu malam (24/10/2021), lalu pada keesokan hari, mengambil lagi jenazah GE untuk dilakukan autopsi dan pemakaman.

"Jenazah kami bawa dari Karangpandan ke Moewardi. Sesampainya di sana, dilakukan autopsi oleh dokter dari Moewardi dan dokter forensik dari Bhayangkara Polri," terang dia.

Ada Pukulan di Kepala

Polda Jateng mengungkap penyebab tewasnya mahasiswa GE saat mengikuti diklat calon anggota Menwa UNS.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menerangkan, GE menghembuskan napas karena dugaan kekerasan atau pemukulan yang mengenai kepala.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved