Penanganan Corona
Boleh Saja Sekolah Laksanakan PTM 100 Persen Tiap Rombel, Tapi Bupati Karanganyar Syaratkan Ini
Juliyatmono menyampaikan, pihak sekolah dapat menggelar PTM dengan menghadirkan 100 persen peserta didik dalam satu rombel.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan pilihan kepada pihak sekolah apakah akan menambah jumlah peserta didik dalam pelaksanaan PTM atau tidak.
Juliyatmono menyampaikan, pihak sekolah dapat menggelar PTM dengan menghadirkan 100 persen peserta didik dalam satu rombel.
Akan tetapi pihak sekolah juga dapat mempertahankan kapasitas rombel 50 persen setiap rombel sepeti semula.
Baca juga: Pekerja Karanganyar Berharap Ada Kenaikan Upah Tahun Depan, Pemkab Masih Menunggu Data BPS
Baca juga: Ketagihan Judi Online, Rahmadi Gadaikan Truk Majikannya di Karanganyar, Alasan Dipakai Ambil Pasir
Baca juga: Inilah Kenangan Terakhir Sang Ayah Bersama Almarhum Gilang, Mahasiswa UNS Solo Asal Karanganyar
Baca juga: Menyoal Wacana Ganjil Genap di Karanganyar, Pelaku Usaha Minta Pemerintah Mempertimbangkan Lagi
"Kami beri pilihan kalau sekolah siap 100 persen, silakan."
"Tapi tentu Satgas Covid-19 desa penting supaya terpantau," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (27/10/2021).
Meski kebijakan itu diserahkan kepada masing-masing sekolah, Yuli sapaan akrabnya berharap pihak sekolah mempertimbangkan permintaan Pemerintah Pusat.
Yakni kaitannya dengan antisipasi lonjakan kasus Covid-19 saat momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Seyogyanya menahan diri terlebih dahulu, tunggu lepas Januari 2022."
"Kalau tidak ada lonjakan kasus, juga masuk semester genap."
"Tidak usah buru-buru," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Nurini Retno Hartati mengatakan, saat ini semua sekolah SD dan SMP di Kabupaten Karanganyar telah menggelar PTN terbatas.
Hanya saja peserta didik yang mengikuti PTM masih terbatas yakni 50 persen dari kapasitas rombel.
Saat ditanya terkait penambahan jumlah peserta didik yang mengikuti PTM, dia menjelaskan, tentu akan berkoordinasi dengan OPD terkait terutama DKK Karanganyar.
Hal itu guna mengecek kesiapan terkait protokol kesehatan.
"Saat ini sekolah sudah 100 persen, tapi yang masuk tetap 50 persen," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/yuli-bupati-karanganyar.jpg)