Berita Jawa Tengah
Karena Alasan Ini, Bupati Kudus Minta Peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri Terus Dilestarikan
Tema Siaga Jiwa Raga ini merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
Oleh karena itu, Hartopo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meresapi, menyatukan pikiran sepenuh hati sehingga acara ini tak hanya seremonial semata.
"Marilah sama-sama menyatukan pikiran, jiwa, dan hati untuk mengikuti ritual Maulid Nabi."
"Sehingga tidak sekadar seremonial semata, namun diharap mampu meningkatkan mahabah kita kepada Rasulullah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah," pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut pula diserahkan hibah sarpras peribadatan dan pendidikan keagamaan Ponpes Al Muayyad Al Maliky sebanyak Rp 100 juta, Ponpes Yanbuul Qur'an Rp 300 juta, MTs Ma'ahid Rp 200 juta.
Serta penyerahan hadiah berupa trophy lomba dalam beberapa kategori. (*)
Baca juga: Menyoal Wacana Ganjil Genap di Karanganyar, Pelaku Usaha Minta Pemerintah Mempertimbangkan Lagi
Baca juga: Karanganyar Jadi Lokasi Uji Coba Sensus Pertanian 2023, BPS: Kami Hanya Ambil Sampel Terbatas
Baca juga: Tim Gabungan Terus Mencari Sutiem, Korban Terseret Arus Sungai di Desa Sampang Kebumen
Baca juga: Terbanyak September 2021, Tercatat Ada 1.500 Pelanggar Terekam Kamera ETLE Satlantas Polres Kebumen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pengajian-kebangsaan-kabupaten-kudus.jpg)