Breaking News:

Berita Purbalingga

Sekolah Curi Start PTM hingga Muncul Kasus Covid, Ketua DPRD Purbalingga Minta Bupati Copot Kepsek

Ketua DPRD Purbalingga HR Bambang Irawan meminta bupati memberi hukuman kepada sekolah yang mencuri start melaksanakan PTM.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Ketua DPRD Purbalingga HR Bambang Irawan, saat bertemu wartawan di gedung dewan, 4 Maret 2021. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Ketua DPRD Purbalingga HR Bambang Irawan meminta bupati memberi hukuman kepada sekolah yang mencuri start melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) sebelum ada izin dari Satgas Pengananan Covid-19 kabupaten.

Bahkan, terkait temuan kasus positif Covid-19 pada 90 siswa SMP Negeri 4 Mrebet, Bambang meminta bupati mencopot kepala sekolah tersebut.

"Saya harap, ini disikapi secara tegas oleh bupati. Khususnya, yang berani melakukan (PTM) tanpa koordinasi, mesti diberi punishment. Bila perlu, berhentikan kepala sekolahnya," kata Bambang, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Sebelum 90 Anak Positif Covid, SMP Negeri 4 Mrebet Purbalingga Ternyata Gelar PTM Tanpa Izin Satgas

Baca juga: 90 Siswa SMP Negeri 4 Mrebet Purbalingga Positif Covid, Dijemput Satgas untuk Isolasi Terpusat

Baca juga: Jalani Karantina Terpusat, 90 Siswa SMP Negeri 4 Mrebet Purbalingga Tempati 9 Ruang Kelas

Baca juga: Aktivitas PTM Terbatas di Purbalingga Dihentikan - Pasca Temuan 90 Siswa Terkonfirmasi Positif

Bambang mengatakan, seringkali ada sekolah yang 'kucing-kucingan' melakukan PTM padahal belum berkoordinasi atau mendapat lampu hijau dari Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten.

Padahal, menurutnya, stadar kelayanan menggelar PTM di Purbalingga masih sangat mengkhawatirkan.

Hal ini dilihat berdasarkan data cakupan vaksinasi dosis 1 Kabupaten Purbalingga, yang baru mencapai 22 persen.

"Karena masih memungkinkan, guru-guru yang mengajar itu juga belum divaksin dan risikonya kembali kepada anak-anak kita," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, 90 siswa SMP Negeri 4 Mrebet Purbalingga positif Covid-19 setelah menjalani tes antigen, Senin (20/9/2021).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga masih meminta klarifikasi kepada kepala sekolah terkait temuan ini.

Baca juga: Klaster Sekolah di Purbalingga Bertambah, 61 Siswa SMP Negeri 3 Mrebet Juga Positif Covid

Baca juga: Berbekal Video, PSIS Semarang Pelajari Kekuatan Arema FC sebelum Bertemu di Pekan 4 Liga 1 2021

Baca juga: Hore! Tes PCR Sistem Layanan Tanpa Turun Bakal Dibuka di RSUD Kardinah Kota Tegal. Segini Harganya

Baca juga: Maling Satroni Minimarket di Tlogosari Wetan Kota Semarang, Gagal Bobol ATM Gara-gara Alarm Berbunyi

Pasalnya, Dindikbud Purbalingga menyatakan, sekolah tersebut seharusnya belum menggelar PTM.

Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga menyatakan, sekolah tersebut sudah menggelar PTM satu atau dua pekan sebelum temuan kasus.

Dinkes diminta melakukan tes antigen kepada siswa setelah ada temuan siswa mengalami gejala Covid-19, selain sebagai syarat persiapan PTM.

Saat ini, 90 siswa positif corona menjalani karantina terpusat di sekolah dan menunggu tes PCR lanjutan. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved