Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Petani Kegirangan, ASN Pemkab Karanganyar Borong Cabai, Dibeli Seharga Rp 13 Ribu Tiap Kilogram

Ada 750 kilogram cabai keriting hasil produksi kelompok tani asal Kecamatan Ngargoyoso dan Jenawi yang diborong ASN Pemkab Karanganyar.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
PEMKAB KARANGANYAR
Petani menyerahkan cabai keriting yang dibeli ASN secara simbolis kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto di halaman Setda Karanganyar, Selasa (21/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Petani cabai lokal merasa terbantu dengan gerakan ASN di Lingkungan Pemkab Karanganyar, yang dengan cara membeli atau memborong cabai.

Gerakan ini menindaklanjuti Surat Edaran Sekda Jateng Nomor 500/0011613 perihal Gerakan ASN Beli Cabai yang ditujukan kepada Bupati/Walikota se- Jawa Tengah.

Gerakan itu dilatarbelakangi karena turunnya harga cabai petani mulai pertengahan Agustus 2021.

Ada 750 kilogram cabai keriting hasil produksi kelompok tani asal Kecamatan Ngargoyoso dan Jenawi yang diborong ASN Pemkab Karanganyar.

Cabai tersebut dibeli seharga Rp 13 ribu.

Baca juga: Motor Berknalpot Brong Terjaring Operasi Polres Karanganyar, Ini Syaratnya Kalau Mau Diambil

Baca juga: Targetkan Vaksinasi Covid Capai 50 Persen di Akhir September, Ini yang Dilakukan DKK Karanganyar

Baca juga: Koco Sempat Tidak Sadarkan Diri Sebelum Meninggal - Insiden Pendakian Gunung Lawu Karanganyar

Baca juga: Diduga Keram Perut, Begini Kronologi dan Evakuasi Korban Meninggal di Gunung Lawu Karanganyar

Petani asal Ngargoyoso Karanganyar, Agus Sugiarso menyampaikan, harga jual cabai pernah mencapai Rp 5.000 per kilogram di tingkat petani pada tahun ini.

Harga terendah tersebut bertepatan dengan anjloknya harga jual cabai di tingkat petani wilayah Pantura.

Akan tetapi saat ini harga jual cabai di tingkat petani sudah mulai mengalami peningkatan sekira Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu per kilogram.

Dia menduga anjloknya harga jual cabai beberapa waktu lalu kemungkinkan karena imbas adanya peningkatan kasus Covid-19 dan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat.

"Ya mungkin karena Covid-19 kan tidak ada orang hajatan."

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved