Minggu, 3 Mei 2026

Penanganan Corona

700 Siswa Dilaksanakan Selama 4 Hari, Vaksinasi SMPN 1 Cepiring Kendal

Kepala SMP Negeri 1 Cepiring, Zubaidi mengatakan, dari 760 siswa, 700 di antaranya mengikuti vaksinasi bergantian mulai Selasa (7/9/2021).

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MASUM
Siswa SMP Negeri 1 Cepiring, Kabupaten Kendal jalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama, Selasa (7/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Rendahnya capaian vaksinasi Covid-19 bagi siswa usia 12 tahun ke atas di Kabupaten Kendal menjadi perhatian pemerintah setempat.

Mengingat pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah digelar hampir merata di tiap kecamatan.

Di SMP Negeri 1 Cepiring, 700 siswa dijadwalkan mengikuti vaksinasi selama 4 hari.

Mereka adalah siswa yang berusia 12 tahun lebih, dalam keadaan sehat, dan mendapatkan izin penuh dari orangtua.

Baca juga: 300 Meter Butuh Penanganan Khusus, DPUPR Kendal Buka Jalur Alternatif Gemuh - Patean

Baca juga: Jumlah Penyelenggara PTM Terbatas Ditambah, Total Kini Ada 172 Sekolah di Kendal

Baca juga: Dua Kecamatan di Kendal Kini Berstatus Zero Covid-19, Tempat Isolasi Terpusat Makin Sepi Pasien

Baca juga: Silakan Kalau Ingin Buka, Wisata di Kabupaten Kendal Wajib Isi dan Kirim Daftar Periksa Prokes

Kepala SMP Negeri 1 Cepiring, Zubaidi mengatakan, dari 760 siswa, 700 di antaranya mengikuti vaksinasi bergantian mulai Selasa (7/9/2021).

Sisanya, 25 siswa tercatat sudah mengikuti vaksinasi, dan 35 siswa berusia di bawah 12 tahun.

"Alhamdulillah kami ajukan ke Dinkes Kabupaten Kendal, dapat kuota sesuai harapan."

"Untuk guru dan tenaga kependidikan jumlahnya 58 orang juga sudah vaksin," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (7/9/2021).

Bagi siswa yang belum bisa mengikuti vaksinasi akan diajukan pada program selanjutnya. 

Zubaidi berharap, dengan divaksinnya semua tenaga pendidik dan siswa menjadi awal persiapan dibukanya PTM menyeluruh. 

Artinya, pembelajaran langsung di sekolah nantinya tidak terbatas lagi ketika herd immunity siswa dan tenaga pendidik terbentuk.

Pada PTM terbatas kali ini, Zubaidi memberlakukan dua shift pembelajaran dalam sehari.

Setiap shiftnya diikuti maksimal 50 persen setiap jenjang kelas dengan batas maksimal 18 siswa setiap rombel. 

"Jadi PTM terbatas di SMP Negeri 1 Cepiring berlangsung 2 jam pada pagi hari dan 2 jam pada siang hari dengan siswa yang berbeda."

"Setiap pekan, per siswa berangkat dua kali dan mendapatkan 4 jam pembelajaran."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved