Berita Jawa Tengah
Jateng Bershalawat Digelar di Solo, Ganjar Minta Maaf Tak Bisa Sowan Habib Syech
Jateng Bershalawat kembali digelar di kediaman Habib Syech, Gedung Bustanul 'Asyiqin Majelis Ahbaabul Musthofa Kota Surakarta.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Jateng Bershalawat kembali digelar di kediaman Habib Syech, Gedung Bustanul 'Asyiqin Majelis Ahbaabul Musthofa Kota Surakarta, Sabtu (28/8/2021) malam.
Acara itu juga disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf.
Selain itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menyiarkan acara tersebut melalui media sosial pribadinya.
Baca juga: Gerakkan Mahasiswa Ikut Tangani Covid-19 di Jateng, Ganjar Pranowo Diapresiasi Pusat
Baca juga: Tips Mudah Hindari Informasi Hoaks, Ganjar Pranowo: Saring Dahulu Sebelum Sharing
Baca juga: Dua Kata Kunci Radio Daerah Bisa Terus Berkembang, Ganjar Pranowo: Inovasi dan Kreativitas
Baca juga: Keren Nih, Wisata Jateng Borong Penghargaan, Ganjar Disebut Kepala Daerah Luar Biasa
Gubernur Ganjar sebenarnya dijadwalkan mengikuti acara itu.
Namun karena masih di Jakarta, Ganjar berhalangan hadir.
Meski begitu, saat perjalanan pulang ke Semarang dan acara sudah berlangsung, Ganjar menyempatkan berhenti di Rest Area Palimanan untuk memberikan sambutan secara virtual.
Ganjar meminta maaf kepada Habib Syech dan Syechermania karena tidak bisa hadir secara langsung mengikuti Jateng Bershalawat.
"Saya mohon maaf tidak bisa hadir."
"Saya senang karena Jateng Bershalawat kembali digelar."
"Mudah-mudahan dengan Jateng Bershalawat menjadikan kita semakin tangguh," ucapnya.
Selain itu, Ganjar berharap Jateng Bershalawat bisa meningkatkan kepedulian kepada sesama yang sedang kesulitan dan peduli pada tenaga kesehatan yang kini sedang berjuang.
"Tapi Alhamdulillah, penanganan Covid-19 di Jateng berjalan baik."
"Saya terima kasih pada semua pihak, jajaran Forkompimda dan lainnya karena telah bekerja keras menangani ini," imbuhnya.
Dengan begitu, Ganjar berharap kondisi akan kembali membaik.
Dan kalau itu sudah terjadi, masyarakat bisa kembali hidup normal termasuk bisa menggelar Jateng Bershalawat lagi seperti dulu.