Berita Ekonomi Bisnis
Alhamdulillah, Okupansi Hotel di Karanganyar Mulai Ada Perbaikan, Karwadi: Tapi Belum Signifikan
Pemkab Karanganyar telah mengizinkan pengelola objek wisata untuk melakukan uji coba pembukaan wisata pada pekan lalu. Hasil positifnya seperti ini.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Tingkat okupansi hotel di Kawasan Wisata Tawangmangu Kabupaten Karanganyar mengalami peningkatan secara bertahap semenjak adanya kelonggaran terkait kebijakan PPKM.
Pemkab Karanganyar telah mengizinkan pengelola objek wisata untuk melakukan uji coba pembukaan wisata pada pekan lalu.
Sebelumnya semua objek wisata di Kabupaten Karanganyar terpaksa ditutup sementara semenjak adanya kebijakan PPKM Darurat pada awal Juli 2021.
Baca juga: Jalur Pendakian Menuju Gunung Lawu Masih Sepi, Disparpora Karanganyar: Paling Banyak 100 Pendaki
Baca juga: Semua Ludes, Ruko Rental Playstation Dibobol Maling, Sebelah Selatan Kantor DLLAJ Karanganyar
Baca juga: Karanganyar Masih Berstatus Level 4 PPKM, SMA dan SMK Belum Boleh Gelar Uji Coba PTM
Baca juga: Warga Karanganyar Makin Mudah Bikin SKCK, Pakai Saja Aplikasi Silawu, Begini Caranya
Marketing Communication Nava Hotel Tawangmangu, Devi Susanti menyampaikan, adanya pelonggaran kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat turut berdampak terhadap tingkat okupansi hotel.
"Awal PPKM Darurat tingkat okupansi hanya sekira 30 persen."
"Kemudian akhir Juli 2021 meningkat menjadi 60 persen."
"Agustus ini sudah mencapai 80 persen," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (30/8/2021).
Dia menuturkan, adanya kebijakan penyekatan guna mengurangi mobilitas masyarakat dari kepolisian di akses menuju Tawangmangu setiap Minggu juga berdampak terhadap tingkat okupansi.
"Sebenarnya tamu hotel termasuk dalam pengecualian."
"Tamu banyak yang tanya, takutnya sudah sampai Tawangmangu nanti diminta putar balik."
"Kami pun bantu menjelaskan," ucapnya.
Dalam rangka mendukung program vaksinasi, Devi mengungkapkan turut memberikan diskon kepada tamu hotel yang menunjukan bukti vaksin saat berkunjung ke Nava Hotel Tawangmangu.
"Diskon 20 persen untuk food and beverage," ungkapnya.
Sementara itu Penasehat PHRI Kabupaten Karanganyar, Karwadi menambahkan, memang ada peningkatan okupansi hotel dan resto meski tidak terlalu signifikan.
"Okupansi kalau hotel-hotel besar dan berbintang rata-rata mencapai 30-50 persen."