Berita Semarang Hari Ini
Schatzi Hanya Bisa Terbaring Lemas, Tumor Kaki Kanannya Makin Membesar, Warga Tuntang Semarang
Kurniawanti (39) bercerita sebelum mengetahui anaknya menderita tumor tulang dikira penyakit asam urat karena diikuti gejala awal terasa nyeri.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Schatzi Ananda Widyastuti (18), warga RT 01 RW 01
Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur.
Sejak November 2020, dia divonis dokter menderita tumor tulang di paha bagian kanannya.
Karena keterbatasan biaya selama setahun atas penyakit yang diderita, perawatan dilakukan secara tradisional.
Ibu Schatzi, Kurniawanti (39) bercerita sebelum mengetahui anaknya menderita tumor tulang dikira penyakit asam urat karena diikuti gejala awal terasa nyeri.
Baca juga: Tak Hanya Pengunjung, Syarat Vaksinasi Covid Juga Berlaku bagi Karyawan Tenant Mal Ciputra Semarang
Baca juga: Cerita Relawan Pemulasaraan Jenazah Perempuan Covid di Semarang, Berawal Lihat Jenazah Terlantar
Baca juga: Jadi Syarat Masuk Perbelanjaan di Semarang, Ganjar Juga Ikut Unduh Aplikasi PeduliLindungi
Baca juga: Ganjar Semangati Atlet Pelatnas Jateng di GOR Jatidiri Semarang, Latihan Jelang PON di Papua
"Kemudian saya bawa ke Puskesmas Gedangan."
"Habis dicek diberi obat asam urat."
"Tapi sampai obatnya habis tidak ada tanda membaik, lalu pindah ke dokter desa dikira radang sendi."
"Itu sekira November 2020 sudah ada benjolan sebesar telur," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, di rumahnya, Kamis (12/8/2021).
Sampai kemudian, lanjutnya, pada Desember 2020 dilakukan pemeriksaan ke dokter spesialis dengan hasil laboratorium diketahui anaknya menderita tumor tulang.
Dia menambahkan, saat itu dokter menyarankan agar kaki kanan anaknya dilakukan operasi secara dipotong tetapi dirinya merasa tidak tega.
Kemudian ditempuh pengobatan alternatif dengan mengkonsumsi ramuan herbal.
"Ya sudah sampai sekarang ini kondisinya."
"Karena biaya mahal, sementara konsumsi ramuan daun dewa."
"Ini nyeri berkurang, tapi bengkaknya masih besar."
"Jujur saya terkendala transportasi untuk ke RSUD dr Moewardi Surakarta," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/penderita-tumor-tulang-kabupaten-semarang.jpg)