Breaking News:

Berita Banjarnegara

PPKM Darurat Diperpanjang, Objek Wisata di Dieng Banjarnegara Tetap Tutup

Pemkab Banjarnegara masih menutup objek wisata di Dieng sebagai konsekuensi perpanjangan PPKM Darurat.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/UPT Objek Wisata Dieng
Hamparan rumput di halaman objek wisata Candi Arjuna Dieng diselimuti embun es atau bun upas, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara masih menutup objek wisata di Dieng sebagai konsekuensi perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Sebelumnya, objek wisata Dieng yang dikelola Pemkab Banjarnegara, di antaranya Candi Arjuna dan Kawah Sikidang, tutup sementara untuk mendukung PPKM Darurat.

Jadwal penutupan mengikuti masa PPKM Darurat, yakni mulai tanggal 3 sampai tanggal 20 Juli 2021.

Tetapi di penghujung masa PPKM, pemerintah pusat memutuskan memerpanjang masa PPKM.

"Kami masih tutup," kata Kepala UPTD Objek Wisata Dieng Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara Sri Utami, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Normalisasi Telaga Merdada Belum Rampung, Bupati Banjarnegara: Esok Jadi Wisata Bebas Sampah

Baca juga: Rudin, Peternak di Banjarnegara Sumringah. 96 Ekor Sapinya Ludes Dibeli untuk Kurban Iduladha

Baca juga: Suhu Udara Capai -1 Derajat Celcius, Embun Es Selimuti Kawasan Dieng Dua Hari Berturut-turut

Baca juga: Embun Es Kembali Selimuti Dieng, Wisatawan Kecele Tak Bisa Menikmati lantaran Objek Wisata Ditutup

Untuk kebijakan lebih lanjut, pihaknya masih menunggu surat resmi dari pemerintah.

Selama penutupan objek wisata, pihaknya melakukan sterilisasi untuk memastikan area wisata aman dari potensi menularkan Covid-19.

Pihaknya juga melakukan pembersihan dan perawatan objek atau taman demi kenyamanan pengunjung.

Di sisi lain, penutupan objek wisata Dieng karena PPKM ini bertepatan dengan musim kemarau.

Di masa itu, Dieng biasa dilanda suhu beku hingga muncul fenomena embun es (bun upas), seperti yang terjadi pekan lalu.

Sayang, fenomena langka itu tak bisa dinikmati wisatawan karena objek wisata ditutup selama PPKM.

Saat fenomena itu datang, petugas bersiaga untuk mengantisipasi jika ada wisatawan yang nekat masuk komplek tempat wisata berburu embun es.

"Saat embun es, petugas siaga pagi. Wisatawan tidak boleh masuk saat PPKM dan objek wisata ditutup," katanya. (*)

Baca juga: Keliling Bawa Bronjong, Kapolsek Pasar Kliwon Solo Bagikan Sembako ke Warga Terdampak PPKM Darurat

Baca juga: Hujan Reda dan Banjir Mulai Surut, Akses Wangon-Cilacap Mulai Bisa Dilewati Kendaraan Roda Dua

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Berikut Aturan Bepergian Mengendarai Mobil Pribadi dan Angkutan Umum

Baca juga: Belum Dapat Solusi. Rumah Sakit di Sukoharjo Krisis Oksigen, Stok Hanya Cukup untuk Beberapa Jam

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved