Penanganan Corona
Ganjar Kembali Marah, Melihat Kerumunan Program Vaksinasi di Holy Stadium Marina Semarang
Saya udah dapat laporan dua kali lho, bagus sih (program vaksinasinya) tapi kalau kerumunan kaya gini bahaya. Dimulai dari pintu masuk dan sebagainya.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM - SEMARANG - Berangkat dari kediaman Rumah Dinas Puri Gedeh sekira pukul 06.00, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan rutinitas olahraga bersepeda sembari mengecek situasi PPKM Darurat di Kota Semarang, Rabu (14/6/2021).
Saat tiba di kawasan Marina, ia kemudian mengarah ke sentra vaksinasi yang digelar di Holy Stadium Marina Semarang.
Di pintu utama, Ganjar terus gowes dan hanya sesekali menyapa petugas sembari mengingatkan warga yang tak sesuai penggunaan maskernya.
Baca juga: Kabupaten Semarang Dapat Tambahan 6.000 Vaksin Sinovac, Dinkes: Sasaran Lansia dan Pelayan Publik
Baca juga: Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun Dimulai, 1.250 Siswa SMA Negeri 1 Semarang Terima Vaksin Covid
Baca juga: Semua Exit Tol di Jateng Bakal Ditutup, Tanggapan Ganjar: Dukung Tapi Tolong Diperhitungkan
Baca juga: Ganjar Sambangi dan Goda Pelajar Papua, Picu Gelak Tawa Seisi Asrama Mangunharjo Semarang
Namun saat berada di bagian belakang, Ganjar berhenti dan langsung masuk ke dalam karena melihat kerumunan calon penerima vaksin.
Seusai memarkir sepedanya, Ganjar berjalan menuju bagian dalam gedung dan menemui penanggung jawab serta aparat keamanan.
Kepada mereka, Ganjar meminta agar kerumunan calon penerima vaksin dapat diatasi.
"Kerumunan e kok okeh banget ya mas, ini kita review (tinjau ulang), Mas," kata Ganjar.
Gubernur rupanya sudah dua kali menerima laporan adanya kerumunan di sentra vaksinasi tersebut.
Untuk itu, dirinya meminta pihak panitia maupun aparat keamanan mengevaluasi ulang alur pelaksanaan vaksinasi.
"Saya udah dapat laporan dua kali lho, bagus sih (program vaksinasinya) tapi kalau kerumunan kaya gini bahaya."
"Dimulai dari pintu masuk dan sebagainya itu dibatasi."
"Didata yang datang," ujar Ganjar.
"Kita undangan pakai jam, tapi kadang-kadang masyarakat yang datang itu jam 5 udah antri."
"Tapi setelah itu kita urai lagi," ujar AKP Nurcholis.
Ganjar khawatir dengan keadaan seperti itu, memicu penularan tinggi karena penerapan protokol kesehatannya kurang disiplin.
Jika jumlah personilnya tidak memadai, Ganjar menyarankan agar kuotanya dikurangi.
"Pak jenengan yang dari dinas, dimanage saja sehari kapasitasnya berapa."
"Aku deg-degan terus soalnya ini laporan ke saya, direview-direview."
"Kalau bisa duduk semua kayak gini ini bagus."
"Karena yang di sana itu sama sekali ngga ada yang jaga itu," ujar Ganjar.
Sebelum pamit, Ganjar menyarankan agar pelaksanaan vaksinasi segera dimulai ketika mulai terlihat kerumunan.
Jika vaksinator dan petugas sudah ada yang siap, tidak perlu menunggu lebih lama sehingga kerumunan lebih cepat diurai. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Sarwan Ditemukan Sudah Meninggal, Korban Tenggelam di Sungai Serayu Banyumas
Baca juga: Gelapkan Uang Setoran Nasabah 4 Bulan, Pegawai Koperasi SAS Sumbang Banyumas Diamankan Polisi
Baca juga: Cinta Ditolak Kekerasan Dilakukan, Pelaku Setubuhi Paksa Gadis Bawah Umur di Purwokerto
Baca juga: Warganet Banyumas Raya Embargo Berita Covid, Ketua AJI Purwokerto: Langgar Hak Publik Akses Info
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ganjar-meminta-agar-kerumunan-calon-penerima-vaksin-dapat-diatasi.jpg)