Breaking News:

Seleksi CPNS

Tahun Ini Tak Ada Lowongan CPNS untuk Formasi Guru di Jateng, Begini Penjelasan BKD

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak membuka lowongan guru dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 ini.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Kepala BKD Jateng Wisnu Zaroh 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak membuka lowongan guru dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 ini.

Pada rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun ini, formasi guru yang disediakan banyak disediakan lewat jalur Calon Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ketimbang CPNS.

Pemprov Jateng diberikan kuota oleh pemerintah pusat sebanyak 11.648 formasi. Jumlah itu untuk jalur PNS sebanyak 301 formasi, PPPK non-guru 528 formasi, dan PPPK guru paling banyak yakni 10.819 formasi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng Wisnu Zaroh menuturkan, tidak adanya formasi guru di jalur CPNS merupakan kebijakan dari pemerintah pusat, bukan dari Pemprov Jateng.

Bahkan, diwacanakan, kebijakan itu akan berlaku dalam jangka panjang.

Baca juga: Evaluasi PPKM Darurat Jateng: PKL Jadi Objek Pelanggaran Tertinggi, Tercatat Ada 713 Kasus

Baca juga: Kenapa Suhu Udara di Jateng Dingin, Akhir-akhir Ini? Begini Penjelasan BMKG

Baca juga: Truk Angkutan Logistik Harus Masuk Tol selama PPKM Darurat, Aptrindo Jateng DIY: Babak Belur!

Perekrutan guru tak lagi melewati jalur tes yang biasa dilalui dalam penerimaan CPNS, melainkan direkrut lewat jalur PPPK.

"Jadi, kemungkinan besar, ke depan itu ada perimbangan. Peraturan dari Kemenpan-RB itu nanti perbandingannya 30:70 persen, 70 persen PPPK dan PNS 30 persen," kata Wisnu, Kamis (8/7/2021).

Menurutnya, selain guru, tenaga PPPK juga banyak pada tenaga kesehatan. Selain itu, juga ada formasi bidang teknis yang direkrut melalui jalur PPPK ini.

Kebijakan ini akan dimulai pada penerimaan CASN 2021.

Kendati demikian, guru yang saat ini sudah berstatus sebagai PNS akan tetap dipertahankan predikatnya hingga pensiun.

Wisnu menjelaskan, pelamar PPPK diprioritaskan untuk pelamar yang sudah berpengalaman di bidang jabatan yang akan dilamar.

"Karena apa? Filosofi dari PPPK ini profesionalisme. Nantinya, tidak mungkin tenaga PPPK itu berpangkat ahli pertama, biasanya ahli muda karena sudah berpengalaman. Ahli pertama hanya untuk mereka yang jalur PNS," katanya.

Baca juga: Tak Sabar Tunggu Antrean Pemulasaraan, Warga Hampir Ambil Paksa Jenazah di RSUP Dr Kariadi Semarang

Baca juga: Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditahan, Polisi Temukan Satu Klip Sabu dan Bong

Baca juga: Kapolresta Banyumas Pilih Jadi Wasit, Siapa Jagoan Bupati dan Dandim di Final Euro 2020?

Baca juga: Embun Es Kembali Selimuti Dieng, Wisatawan Kecele Tak Bisa Menikmati lantaran Objek Wisata Ditutup

Dari hasil evaluasi perekrutan CPNS formasi guru, salah satu yang jadi catatan penting adalah banyaknya guru berstatus PNS yang meminta mutasi setelah pengangkatan.

Hal inilah yang menurut pemerintah, dianggap sebagai salah satu biang keladi masalah pemerataan pendidikan hingga kini belum juga terselesaikan.

Oleh karena itu, harus ada perubahan sistem perekrutan melalui jalur PPPK. Dimana, jalur ini tidak ada proses mutasi atau perpindahan. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved