Penanganan Corona

Momentum Gubernur Jateng ke Banjarnegara, Ganjar: Terima Kasih Pak Bupati

Peningkatan kasus menurut Ganjar Pranowo, harus direspon secara serius, termasuk dengan menegakkan protokol kesehatan 5M. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke wilayah Banjarnegara, Kamis (8/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Banjarnegara menuai respon dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Dia pun berterima kasih kepada Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang telah mengeluarkan surat edaran untuk menindaklanjuti Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat.

SE Bupati Banjarnegara itu diharapkan diikuti oleh masyarakatnya.

Baca juga: RSI Banjarnegara Bakal Dijadikan RS Covid-19, Agus Ujianto: Kami Harus Siap dan Mau

Baca juga: Ini Alasan Eka Bikin Buku Aja Magiz di Pagentan Banjarnegara, Banyaknya Berat Badan Bayi Rendah

Baca juga: Penanganan Lonjakan Kasus, Ganjar Apresiasi Kesigapan Pemkab Wonosobo: Ini Paling Bagus

Baca juga: Selamat, Ganjar Pranowo Ketuai Persatuan Radio TV Publik Daerah se Indonesia, Gantikan Gus Ipul

"Kondisi Covid-19 di Jawa Tengah sedang naik terus, "wabil" khusus di Banjarnegara, berapa hari ini terus meningkat."

"Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati Banjarmegara yang sudah mengeluarkan surat edaran," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (8/7/2021). 

Peningkatan kasus ini menurut dia, harus direspon secara serius, termasuk dengan menegakkan protokol kesehatan 5M. 

Di sisi lain Ganjar menyebut saat ini perlu adanya percepatan pengelolaan oksigen. 

Dia juga meminta semua rumah sakit ada person in charge (PIC) sebagai penanggung jawab khusus oksigen. 

Keberadaan petugas khusus yang ditunjuk tersebut akan memudahkan koordinasi jika ada kekurangan dan kebutuhan oksigen bagi pasien Covid-19. 

Menurut dia, untuk mengetahui kondisi Covid-19 di tiap wilayah bisa dengan melihat kondisi IGD dan tempat isolasi pasien Covid-19. 

Kalau keduanya penuh terisi pasien, itu pertanda darurat.

Terlebih jika lorong lorong rumah sakit ikut penuh. 

"Jawa Bali tidak baik baik saja, kalau ada yang bilang baik-baik saja tidak benar itu," katanya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Tak Terima Diputus Cinta, Pemuda di Brebes Ini Siram Siswi SMK Pakai Air Keras

Baca juga: Viral, Pengemis di Brebes Beli Kalung Emas Pakai 2 Karung Uang Receh. Begini Cerita Pemilik Toko

Baca juga: Penutupan Akses Masuk Kota Tegal Bertambah Jadi 26 Titik, Polisi: Angka Mobilitas Masih Tinggi

Baca juga: RSUD Kardinah Tegal Jadi Rujukan Pasien Covid asal Bregasmalang, Setiap Daerah Siapkan 1 Ambulans

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved