Berita Jawa Tengah
Lebih Laris Sapi Dibandingkan Kambing, Peternak di Karanganyar Ini Ketiban Berkah Jelang Iduladha
Lantaran sapi di kandang sudah terjual semua, Kutut sapaan akrabnya terpaksa mencari hewan kurban di luar daerah seperti Blora dan Purwodadi.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
"Pada 2019 saya (menjual) lebih dari 250 ekor."
"Tahun 2020 anjlok sekira 150 ekor, tetapi tahun ini meningkat," ungkapnya.
Kutut menjelaskan, proses penggemukan sapi sebagai persiapan Hari Raya Iduladha biasanya dilakukan dalam kurun waktu 100 hari atau paling lama 4 bulan.
Di peternakan miliknya ada 8 karyawan yang setiap harinya memberi pakan sapi dan membersihkan kandang.
Sapi diberi pakan campuran rumput dan beberapa bahan yang telah difermentasi seperti singkong, kulit singkong, dan jerami untuk memaksimalkan kualitas daging.
Bahkan untuk fermentasi, Kutut memiliki bakteri khusus supaya pakan sapi bagus.
"Perawatan intinya adalah adaptasi dulu dengan pakan di sini, kan pakannya berubah dari asal dan di sini."
"Mayoritas pakan (di sini) difermentasi."
"Ada ampas singkong, sentrat sapi, kulit singkong, diberi tambah rumput dan jerami."
"Jeraminya pun juga difermentasi," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (7/7/2021).
Lebih lanjut, pembeli hewan kurban di tempat Kutut kebanyakan dari Kabupaten Karanganyar.
Ada juga pembeli dari Surakarta, Wonogiri, Klaten, Yogyakarta, dan Jakarta.
"Biaya perawatan tidak ada tambahan, sudah satu paket."
"Rp 21 juta sampai pengiriman tidak nambah apapun."
"Transportasi juga tidak nambah."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/peternakan-sapi-karanganyar.jpg)