Breaking News:

Teror Virus Corona

Rumah Sakit di Ambarawa dan Salatiga Mulai Kewalahan Terima Pasien Covid dan Kesulitan Dapat Oksigen

Senin (28/6/2021), terjadi penambahan 514 orang berdasarkan data harian Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Semarang.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pasien Covid-19 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Jumlah kasus warga terpapar virus Covid-19 di Kabupaten Semarang belum menunjukan penurunan. Bahkan, Senin (28/6/2021), terjadi penambahan 514 orang berdasarkan data harian Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Semarang.

Kondisi ini membuat ruang isolasi khusus pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit yang ada, terisi penuh, satu di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunawan Mangunkusumo Ambarawa dan RS Ken Saras.

Direktur RSUD Ambarawa Choirul Anam mengatakan, lonjakan pasien Covid-19 tidak sebanding dengan ketersediaan ruang isolasi khusus di Intensive Care Unit (ICU).

Akibatnya, sebanyak 21 pasien tertahan di IGD.

"Ruang isolasi khusus pasien Covid-19 saat ini sudah penuh. Ruang ICU juga penuh, sedangkan pasien di IGD masuk daftar tunggu, sebanyak 21 orang. Udah semakin mengerikan Covid-19 kali ini," terangnya saat dihubungi, Senin.

Baca juga: Toko Jamu Cacing Ini Lagi Diserbu Pembeli, Lokasinya di Ungaran Semarang, Pesan Harus Via WhatsApp

Baca juga: Bupati Semarang Minta RT Lakukan Micro Lockdown: Akses Dibuka Sampai Pukul 20.00 WIB

Baca juga: Ketua DPRD Salatiga Positif Covid: Tetap Prokes. Saya Sudah Vaksin Masih Kena, Apalagi yang Abai

Baca juga: Bioplastik Pakai Limbah Sisik Gurame dan Kulit Singkong, Mahasiswa UKSW Salatiga Ini Juarai BIOSPEC

Menurut Anam, tingginya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang kali ini juga berdampak pada tingkat ketersediaan tabung oksigen di rumah sakit.

Ia mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan oksigen pasien Covid-19, pihaknya harus melakukan pengisian ulang setiap hari.

"Kami, untuk mencukupi (tabung oksigen) dengan upaya super montang-manting, setiap pagi, dari Ambarawa harus membawa naik pick up mengisikan oksigen tabung untuk kami pakai melayani pasien di IGD," katanya.

Dia menyatakan, RSUD Gunawan Mangunkusumo, dalam sehari, membutuhkan 30 tabung oksigen dari total keseluruhan tabung yang tersedia, 35 tabung. Selebihnya, pasien diberikan alat bantu oksigen secara tersentral.

Anam menjelaskan, penggunaan tabung oksigen tersentral itu tidak lain upaya untuk menghemat stok yang tersedia karena tabung utama dipakai di seluruh ruangan rumah sakit.

"Jadi, supaya lebih irit, ada satu ruangan kami pakai tabung oksigen sentral atau dipakai satu ruangan ramai-ramai. Karena, stok oksigen terbatas untuk IGD," ujarnya

Kondisi serupa juga terjadi di Rumah Sakit Paru Dr Ario Wirawan (RSPAW) Kota Salatiga.

Baca juga: Dua Penumpang Terluka, Mobil yang Dikendarai Keluar Jalur di Tol Pemalang-Batang di Pekalongan

Baca juga: Nahkoda KMP Kalibodri Ditemukan Meninggal saat Jalani Karantina Covid di Penginapan di Kendal

Baca juga: Hasil Penelusuran, Warga Positif Covid Varian Delta di Kudus Tak Pernah Bertemu Orang Asing

Baca juga: HASIL EURO 2020: Kalah Adu Pinalti, Prancis Harus Pulang Kandang. Swiss Melaju ke Perempat Final

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSPAW Hasto Nugroho mengungkapkan, selain terjadi antrean pasien di IGD, hal lain yang mendesak saat ini adalah kebutuhan oksigen.

"Oksigen, saat ini, memang menjadi hal sangat dibutuhkan. Tetapi, antara kebutuhan dan pasokan lagi tidak seimbang sehingga kami harus mencari ke beberapa kota sekitar, seperti Semarang atau Solo," paparnya.

Hasto menyebutkan, sejak pandemi Covid-19, pengiriman tabung oksigen hanya tersedia kuota 30 persen dari biasanya per hari mencapai 150 sampai 200 tabung. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved