Breaking News:

Berita Cilacap

Bupati Cilacap Dorong Warga Tanam Sayur Hidroponik, Ingin Daerahnya Jadi Produsen Sayur

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji berharap Cilacap dapat menjadi produsen sayuran lewat teknologi hidroponik.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Dok Humas Pemkab Cilacap
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji bersama Forkopimda dan anggota DPR RI Teti Rohatinings memanen sawi hidroponik di Desa Majingklak, Kecamatan Wanareja, Sabtu (27/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji berharap Cilacap dapat menjadi produsen sayuran lewat teknologi hidroponik. Menurutnya, menanam sayur lewat cara ini bisa dilakukan warga, bahkan di perkotaan.

Hal ini disampaikan Tatto saat mengikuti acara panen sayur hidroponik di Desa Majingklak, Kecamatan Wanareja, Cilacap, Jumat (25/6/2021).

Tatto mengatakan, saat ini, kebutuhan sayur di Cilacap masih disuplai dari luar daerah.

Padahal, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, hidup sehat harus menjadi budaya di masyarakat.

Satu di antaranya, lewat cara mengonsumsi sayuran sehat.

Baca juga: Perawat di RSDC Wisma Atlet asal Cilacap Meninggal Tertular Covid, Kadinkes: Pernah Bertugas di RSUD

Baca juga: Nih Informasi PPDB SMP Kabupaten Cilacap, Ada Pembeda Aturan Jarak dengan Tahun Sebelumnya

Baca juga: Ada Vaksinasi Covid Gratis di GOR Wijayakusuma Cilacap, Sasar 1.722 Warga Berumur 18 Tahun ke Atas

Baca juga: Mulai Hari Ini, Stasiun Cilacap Layani Tes GeNose C19. Tersedia Pemeriksaan Pagi dan Siang

Bupati pun mengapresiasi Petani Holtikultura Cilacap, Desa Majingklak, yang sukses membudidayakan sayuran secara hidroponik dengan hasil yang luar biasa.

"Saya berharap kedepannya Cilacap dapat menjadi produsen sayur-sayuran dengan teknologi hidroponik ini tidak hanya di desa, masyarakat perkotaan bisa menanamnya," kata Tatto dalam rilis yang diterima, Senin (28/6/2021).

Acara ini juga dihadiri anggota DPR RI Teti Rohatiningsih. Teti juga mengimbau, terutama kepada kelompok wanita tani yang ada di desa-desa, terus berkarya dan berkreasi lewat pertanian hidroponik dan penggunaan barang organik.

Selain untuk konsumsi sehari-hari, diharapkan, nantinya, dapat membantu peningkatan ekonomi masyarakat.

"Mari kita berdayakan alam sebaik mungkin, Pak Bupati, Camat, dan Kepala Dinas sebagai koordinator agar terus menggerakan masyarakat dan berkarya serta berinovasi, salah satunya di dunia pertanian," kata Tetti.

Teti pun meminta petani holtikultura tidak khawatir soal pemasaran karena ada paguyuban PHC (Petani Holtikultura Cilacap) yang siap membantu memasarkan.

Baca juga: Kabupaten Tegal Darurat Covid, Pejabat dan Anggota DPRD Dilarang Dinas ke Luar Kota

Baca juga: Hasil EURO 2020: Tuah Kartu Merah, Ceko Melaju ke Perempat Final setelah Tumbangkan Belanda 0-2

Baca juga: Hasil EURO 2020: Juara Bertahan Pulang Cepat! Portugal Kalah Tipis 0-1dari Belgia

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 28 Juni 2021: Rp 975.000 Per Gram

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Supriyanto menyampaikan, Paguyuban Petani Holtikultura Cilacap sudah memiliki pasar, terutama di wilayah Bandung dan Jakarta.

"Untuk pasar produk holtikultura Cilacap sudah memiliki Paguyuban PHC yang sudah memiliki pasar sendiri, yaitu di daerah Bandung dan Jakarta. Karena, intinya adalah budidaya yang baik bisa menghasilkan produk yang baik dan mendapat harga yang baik dipasaran sehingga petani sejahtera," ujarya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved