Berita Banjarnegara Hari Ini
Semoga Ada Dermawan Buat Jirno, Difabel Asal Banjarnegara Ini Butuh Biaya Tambahan Modifikasi Motor
Di sebuah jalan turunan, kendaraan pengangkut ban yang ditumpanginya tiba-tiba hilang kendali, hingga mengalami kecelakaan.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
"Saya merantau untuk mengubah nasib, ternyata Allah mengubah nasib saya, menjadi seperti ini, " katanya.
Sempat koma beberapa hari, di rumah sakit, Jirno akhirnya tersadar.
Dia seperti diberi kehidupan kedua.
Tetapi ia harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya.
Punggungnya yang patah harus dipasang pen.
Kakinya tak lagi bisa digerakkan.
Jirno akhirnya dibawa pulang ke Banjarnegara.
Kepulangannya ternyata pula membawa duka.
Asa memperbaiki nasib di tanah rantau patah.
Mental Jirno sempat terpuruk.
Dia sempat tak bisa menerima keadaan yang tak berpihak kepadanya.
Dia sering meringis menahan sakit, sampai kesulitan tidur, kecuali hanya empat jam setelah meminum obat penahan nyeri.
Perlahan ia bisa menerima keadaan.
Dia bersyukur diberi kehidupan, apapun kondisinya.
Dia sadar, ada kehidupan abadi di luar dunia yang fana.