Berita Jawa Tengah

Launching Gerakan Minum Jamu, Sebulan Dua Kali di Jateng, Ganjar: Mesti Gaspol Lagi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong agar seluruh warganya menjaga tubuh dengan meminum jamu.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melaunching gerakan bertajuk "Minum Jamu Bersama" yang diikuti serentak secara virtual bersama kabupaten/kota se-Jawa Tengah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong agar seluruh warganya menjaga tubuh dengan meminum jamu.

Tenaga kesehatan dan pasien Covid-19 juga didorong untuk minum jamu guna menambah stamina dan meningkatkan imunitas.

Hal itu disampaikan Ganjar kala melaunching gerakan bertajuk "Minum Jamu Bersama" yang diikuti serentak secara virtual bersama kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Gerakan ini nantinya akan terlaksana secara rutin.

Baca juga: Begini Cara Ganjar Pranowo Ingatkan Warga Tertib Pakai Masker, Gowes Blusukan Pasar Semarang

Baca juga: Ganjar Dorong RS Tambah Kamar Isolasi Pasien Covid-19, Semisal Amino Gondohutomo Semarang

Baca juga: Porang Potensi Ekspor, Bupati Semarang Sebut Setahun Petani Bisa Hasilkan Seribu Ton

Baca juga: Batasi Mobilitas Warga, Pemkot Semarang Tutup 8 Ruas Jalan Selama 2 Pekan. Ini Lokasinya

“Gerakan minum jamu ini rasa-rasanya memang mesti kita gaspol lagi,” ucap Ganjar di hadapan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jateng yang mengikuti secara daring.

Tenaga kesehatan dan pasien Covid-19 juga didorong Gubernur untuk minum jamu untuk meningkatkan stamina dan imunitas.

“Dan itu ( jamu) kalau diberikan kepada kawan-kawan yang di tenaga kesehatan, di rumah sakit, yang tiap hari di lingkungan masyarakat, itu pasti akan sangat bermanfaat,” katanya.

Selain industri jamu yang akan berkembang, lanjut Ganjar, masyarakat juga mesti diedukasi akan khasiat jamu untuk kesehatan.

“Mereka-mereka yang mengerti tentang jamu dan manfaatnya bisa membantu menjelaskan, edukasi kepada masyarakat bahwa minum jamu akan sehat."

"Terus kemudian kita semua juga akan mengkonsumsi produk dalam negeri."

"Jamune payu, awake dewe sehat ( jamunya laku, badan juga sehat),” ujarnya.

Ganjar juga menceritakan bahwa ada beberapa teman di Eropa yang menghubunginya dan bertanya soal rempah-rempah.

“Kekayaan alam yang diberikan kepada kita, banyaknya empon-empon, banyaknya raw material (bahan mentah) untuk jamu ini rasa-rasanya mesti kita teliti sendiri untuk bisa kita pakai ya, sehingga kita bisa menanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Biro Kesra, Imam Maskur mengatakan gerakan minum jamu ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal dan mendorong masyarakat untuk selalu hidup sehat.

“Gerakan ini nanti dilakukan dua kali dalam sebulan di kalangan ASN setiap Jumat dan menjadikan jamu sebagai hidangan alternatif untuk memberdayakan UMKM jamu,” ujarnya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Lockdown Lokal, Warga Satu Gang di Desa Selokaton Karanganyar, 29 Orang Terpapar Covid-19

Baca juga: 1.752 Keluarga Penerima Manfaat di Karanganyar Sudah Terima KKS, Bisa Langsung Dicairkan

Baca juga: Kondisi Mobil Damkar Kebumen Makin Memprihatinkan, Sering Masuk Bengkel, Mayoritas Sudah Tua

Baca juga: 100 Hari Kerja, Bupati Kebumen Klaim Seluruh Programnya Terlaksana

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved