Sabtu, 18 April 2026

Penanganan Corona

Lockdown Lokal, Warga Satu Gang di Desa Selokaton Karanganyar, 29 Orang Terpapar Covid-19

Berdasarkan data DKK Karanganyar per Kamis (17/6/2021), tercatat ada 29 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Desa Selokaton. 

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
DKK KARANGANYAR
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar gang kampung di Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar yang ditutup sementara, Jumat (18/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Satu gang kampung, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar ditutup sementara menyusul adanya enam warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

Berdasarkan data DKK Karanganyar per Kamis (17/6/2021), tercatat ada 29 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Desa Selokaton. 

Camat Gondangrejo, Rusmanto menyampaikan, mayoritas warga tersebut menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sedangkan di gang kampung yang ditutup sementara ada 6 orang yang menjalani isolasi mandiri. 

Baca juga: 1.752 Keluarga Penerima Manfaat di Karanganyar Sudah Terima KKS, Bisa Langsung Dicairkan

Baca juga: Balai Desa Paulan Dijadikan Lokasi Isolasi Mandiri Terpusat, Inisiasi Camat Colomadu Karanganyar

Baca juga: Motor Rekan Kerja Dicuri, Alasan Buat Bayar Utang Rp 4 Juta, Kejadian di Gondangrejo Karanganyar

Baca juga: Ada Karyawan yang Positif Covid, Pusat Perbelanjaan di Karanganyar Tutup 1x24 Jam untuk Sterilisasi

"Penutupan dilakukan oleh RT setempat setelah berkoordinasi dengan pihak desa," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (18/6/2021). 

Dia menuturkan, Satgas Covid-19 tingkat kecamatan telah melakukan pemantauan terhadap warga yang menjalani isolasi mandiri di wilayah tersebut.

Jogo tonggo telah aktif membantu warga yang menjalani isolasi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

Di sisi lain, penyemprotan disinfektan juga telah dilakukan di wilayah tersebut.

Rusmanto menjelaskan, akses kampung itu akan dibuka kembali setelah warga yang menjalani isolasi mandiri dinyatakan sembuh. 

"Akhir-akhir ini cukup tinggi (kasus Covid-19)."

"Karena pendatang akhirnya menyebar ke anggota keluarga," ucapnya. 

Dia meminta kepada Satgas Covid-19 tingkat desa supaya lebih memperketat penerapan protokol kesehatan.

Seperti soal penyelenggaraan hajatan.

Sesuai dengan aturan baru, hajatan yang semula diperbolehkan menggunakan konsep piring terbang kini harus dirubah dengan konsep banyu mili.

Serta tidak menyediakan kursi tamu serta hidangan bagi tamu dibungkus untuk dibawa pulang. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved