Rabu, 22 April 2026

Penanganan Corona

Gunakan Mobil Water Cannon, Jalan Protokol dan Ruang Publik Kabupaten Semarang Disemprot Disinfektan

Pemkab Semarang kembali meningkatkan langkah- langkah nyata untuk mencegah penularan Covid-19 yang lebih luas karena angka kasus harian bertambah.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Mobil water cannon Polres Semarang semprotkan disinfektan di ruas jalan protokol Kabupaten Semarang, Kamis (10/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Pemkab Semarang melakukan penyemprotan cairan disinfektan menggunakan mobil water cannon seiring meningkatnya kasus virus corona (Covid-19), Kamis (10/6/2021).

Bupati Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, kasus baru Covid-19 terus bertambah dari hari ke hari.

Sehingga diperlukan upaya nyata untuk bisa mengendalikannya.

Baca juga: Dimas Sukses Ciptakan Rem Cakram Khusus Vespa Klasik, Hasil Riset 11 Bulan di Tembalang Semarang

Baca juga: Pengusaha Karaoke Bandungan Semarang Sambat, Mendadak Diminta Tutup Sementara Tanpa Batas Waktu

Baca juga: Ganjar Gowes Masuk Gang Sempit di Semarang Timur, Masih Jumpai Banyak Warga Tak Gunakan Masker

Baca juga: Promo BTS Meal Berujung Penutupan Sementara Gerai McDonalds di Semarang, Picu Kerumunan Driver Ojol

"Maka, kami bersama jajaran Polres Semarang serta Kodim 0714 Salatiga melakukan disinfeksi di sejumlah ruas jalan protokol di Kabupaten Semarang."

"Sosialisasi masif pentingnya mengedepankan protokol kesrhatan juga ditingkatkan di pusat-pusat aktivitas warga," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (10/6/2021).

Menurutnya, Pemkab Semarang kembali meningkatkan langkah- langkah nyata untuk mencegah penularan Covid-19 yang lebih luas.

Karena angka pertambahan kasus harian yang semakin memprihatinkan.

DIa menambahkan, penambahan kasus baru Covid-19 di Kabupaten Semarang mencapai lebih dari 130 kasus.

Dari 19 kecamatan, Kecamatan Ungaran Timur menyumbang penambahan kasus tertinggi, sebanyak 42 kasus.

"Sekarang warga yang terpapar Covid-19 mencapai 675 orang."

"Dari jumlah tersebut 107 orang di antaranya menjalani perawatan medis di rumah sakit," katanya.

Kemudian sisanya, 568 orang melakukan isolasi mandiri di sejumlah rumah singgah yang disiapkan Pemkab Semarang.

Termasuk juga di tempat isolasi terpusat yang disiapkan oleh Satgas Jogo Tonggo tingkat desa atau  kelurahan dengan pengawasan petugas Puskesmas di masing- masing wilayah.

Adapun tingkat keterisian rumah sakit, dari 134 tempat tidur telah mencapai sekira 52 persen.

Pemkab Semarang, lanjutnya, juga terus melakukan penambahan kapasitàs tempat tidur untuk perawatan maupun ruang isolasi.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved