Breaking News:

Berita Purbalingga

2024, Purbalingga Targetkan Angka Stunting Tinggal 14 Persen

Kasus stunting atau gagal tumbuh anak di Purbalingga turun. Tercatat sejak 2016, angka stunting berhasil diturunkan, rata-rata 1,54 persen.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Wakil Bupati Purbalingga Sudono memberi sambutan pada acara Pertemuan Koordinasi Rembung Stunting di Gedung Andrawina, Owabong Cottage, Bojongsari, Rabu (9/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Kasus stunting atau gagal tumbuh anak di Purbalingga mengalami penurunan. Tercatat sejak 2016, angka stunting berhasil diturunkan, rata-rata 1,54 persen per tahun.

Pada 2016, angka stunting di kisaran 23,1 persen. Namun, di tahun 2020, angka gagal tumbung kembang anak menjadi 16,93 persen atau turun 6,17 persen.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Purbalingga Sudono saat memberi sambutan pada acara Pertemuan Koordinasi Rembung Stunting, Rabu (9/6/2021), di Gedung Andrawina, Owabong Cottage, Bojongsari.

Terkait hasil ini, Sudono menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerjasama dalam penurunan angka stunting di Purbalingga.

Baca juga: Warga Temukan Bayi di Hutan Pinus Karangreja Purbalingga, Meninggal setelah Sempat Dirawat Puskesmas

Baca juga: Tak Kunjung Pulang setelah Pamit Cari Rumput, Warga Kejobong Purbalingga Ditemukan Tewas di Kebun

Baca juga: AKP Muhammad Muanam Jabat Kasat Narkoba Polres Purbalingga

Baca juga: Rekomendasi KKJTJ: Jembatan Merah Purbalingga Belum Layak Dilalui Kendaraan Berat

Sudono menargetkan, pada 2024, angka stunting di Kabupaten Purbalingga kembali turun menjadi 14 persen.

"Dalam rangka penurunan target 14 persen tersebut, diperlukan kerjasama terpadu semua OPD, lembaga, ormas terkait, serta keterlibatan pemerintah. Komitmen kerja sama semua pihak sangat penting, khususnya Bappelitbangda sebagai motor penggerak," katanya dalam rilis yang diterima, Rabu.

Kepala Bidang Pemerintahan dan kesejahteraan Sosial Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Purbalingga, Rida Kusumawati menyampaikan, penekanan stunting merupakan amanah dari Peraturan Presiden RI No 42 Tahun 2013 dan No 18 Tahun 2020.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, juga ditargetkan tahun 2024, angka stunting turun menjadi 14 persen.

"Rembug aksi penurunan stunting ini merupakan rembug yang ketiga di tahun 2021. Aksi pertama, terkait situasi dan analisis sehingga menentukan lokus penanganan stunting di desa. Aksi kedua, penentuan program yang akan dilaksanakan," ungkapnya.

Baca juga: Dikira Punya Pesugihan, Lulusan SD Asal Cilongok Banyumas Kantongi Rp 50 Juta Per Bulan dari Youtube

Baca juga: Pengusaha Karaoke Bandungan Semarang Sambat, Mendadak Diminta Tutup Sementara Tanpa Batas Waktu

Baca juga: Dihajar Vietnam 0-4 di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Begini Kondisi Mental Evan Dimas Dkk

Baca juga: Promo BTS Meal Berujung Penutupan Sementara Gerai McDonalds di Semarang, Picu Kerumunan Driver Ojol

Ia menambahkan, maksud aksi ketiga ini adalah memastikan pelaksanaan rencana kegiatan pencegahan stunting secara komprehensif.

Pada acara ini, juga dilaksanakan deklarasi dan komitmen bersama untuk cegah dan turunkan stunting dari seluruh pemangku kepentingan.

Di antaranya, pemerintah, sektor nonpemerintah, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan.

Selain berkomitmen penurunan stunting hingga 14 persen di tahun 2024, juga berkomitmen mengalokasikan anggaran untuk percepatan pencapaian target tersebut. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved