Breaking News:

Penanganan Corona

Tracing Klaster SMA Negeri 4 Pekalongan, Satgas Tempel Stiker di Rumah Tempat Isolasi Mandiri Guru

Satgas Covid-19 Kota Pekalongan bergerak cepat melakukan tracing pasca-temuan puluhan guru di SMA Negeri 4 Kota Pekalongan positif Covid-19, Sabtu.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/INDRA DWI PURNOMO
Babinkamtibmas Polsek Pekalongan Barat menempelkan stiker dengan tulisan 'Rumah ini sedang digunakan untuk isolasi mandiri' di rumah warga yang terpapar Covid-19, Sabtu (5/6/2021). 

Menurutnya, penempelan stiker itu bertujuan agar masyarakat sekitar mengetahui bahwa rumah warga tersebut sedang digunakan untuk isolasi mandiri.

"Selain itu, masyarakat sekitar juga bisa ikut bergotong-royong membantu warga atau tetangga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah," ujarnya.

Pihaknya menambahkan, bahwa seluruh aparat TNI-Polri dan Pemerintah Kota Pekalongan telah bersatu padu untuk menangani Covid -19.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, agar mencegah penyebaran Covid-19," tambahnya.

Baca juga: Kurangi Dampak Parah Penurunan Muka Tanah, Ganjar dan Istri Tanam Mangrove di Pandansari Demak

Baca juga: Penumpang KMP Kalibodri Rute Kendal-Kumai Melonjak, Calon Penumpang Cukup Pakai Hasil Rapid Tes

Baca juga: Warga Keluhkan Kondisi Jalan Menuju Bandara JB Soedirman Purbalingga, Berlubang dan Bergelombang

Baca juga: Inflasi Purwokerto di Bulan Mei 2021 Tercatat 0,19 Persen, Terbanyak Disumbang Tarif Transportasi

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, berdasarkan data dari 37 guru SMA yang terpapar Covid-19, guru yang beralamat di Kota Pekalongan hanya ada 20 orang. Sisanya, beralamat di luar kota.

"Guru yang beralamat Kota Pekalongan hanya 20 orang. Sementara, 11 orang beralamat di Kabupaten Pekalongan dan 6 orang warga Kabupaten Batang," kata Aaf, sapaan wali kota Pekalongan.

Guna mencegah penyebaran Covid-19, pihaknya memerintahkan kepala dinas kesehatan Kota Pekalongan untuk berkoordinasi dengan dua Dinas Kesehatan di kabupaten tersebut.

"Saya perintahkan kadinkes untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di dua kabupaten tersebut. Tujuannya, untuk melakukan tracing terkait kasus di SMA 4," imbuhnya.

Aaf menambahkan, kasus di SMA Negeri 4 ini merupakan klaster sekolah, bukan kluster pembelajaran tatap muka (PTM).

"Ini kluster sekolah, bukan PTM. Karena, di SMAN 4 belum melakukan PTM," tambahnya. (Indra Dwi Purnomo)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved