Berita Politik
Tak Diundang Acara PDIP Jateng bareng Puan, Ganjar Sowan Megawati. Serahkan Lukisan Tema Kebinekaan
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyerahkan lukisan ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat kader PDIP Jateng mengikuti acara bersama Puan.
Ganjar yang merupakan kader PDIP tidak diundang untuk menghadiri acara yang juga dihadiri Ketua DPP PDIP yang juga putri Megawati, Puan Maharani.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto membenarkan soal kabar Ganjar tidak diundang dalam acara partainya.
Alasannya, Gubernur Jawa Tengah itu dianggap terlalu berambisi untuk jadi calon presiden dalam Pemilu 2024.
"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, ojo keminter (Kalau kamu pintar, jangan sok merasa pintar)," kata Bambang Wuryanto kepada wartawan usai acara pembukaan Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya di kantor DPD PDI-P Jawa Tengah, Panti Marhen, Semarang, Sabtu malam.
Baca juga: Setelah Dawet Ayu Raih API Award, Bupati Banjarnegara Ingin Giliran Kawah Sikidang Mendunia
Baca juga: Hilang di Pantai Sodong Cilacap, Bocah 8 Tahun asal Maos Ditemukan Tewas di Pantai Srandil
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 24 Mei 2021 Rp 991.000 Per Gram
Baca juga: Kontak Erat 32 Nakes Positif Covid di RSUD Cilacap Ditracing, Satgas Covid: Vaksinasi Nakes Efektif
Di kubu PDIP, sejumlah nama memang kerap masuk dalam radar survei Pilpres 2024, antara lain Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.
Bambang juga mengaku telah memberi kode teguran kepada Ganjar tapi Bambang merasa tidak digubris.
"Wis tak kode sik. Kok soyo mblandang, ya tak rodo atos (sudah saya kasih kode duluan. Kok semakin terus saja, ya saya agak keras). Saya di-bully di medsos, ya bully saja. Saya tidak perlu jaga image saya," katanya.
Bambang menyebut, memang Ganjar tidak secara terang-terangan menyatakan keinginannya maju Pilpres. Namun, aktivitas Ganjar di medsos yang semakin intens ditengarai sebagai upaya menaikkan elektabilitas.
Bahkan, Ganjar sampai menjadi host di kanal YouTube-nya.
Padahal, menurut Bambang, kader lain juga bisa melakukan manuver. Akan tetapi, hal itu tidak dilakukan karena menunggu perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Kalau dia menjawab, saya kan tidak mengatakan mau nyapres. Ya kalau bicaranya pada tingkat ranting partai, ya silakan. Tapi kalau dengan orang politik, ya pasti sudah paham arahnya ke mana," jelasnya.
Meski demikian, Bambang mengatakan, perkataannya bukanlah sebagai teguran.
"Ini bukan teguran karena ia merasa lebih tinggi dari kita (DPD PDI Perjuangan Jateng). Ia merasa yang bisa menegur hanya Ibu (Ketua Umum Megawati Soekarnoputri)," katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ganjar Bertemu dengan Megawati di Jakarta Saat Tak Diundang ke Acara PDI-P Jateng".