Breaking News:

Berita Kecelakaan Hari Ini

Pamit Berangkat Tadarus Tapi tak Kunjung Pulang, Remaja Kebumen Ini Meninggal Tertabrak Kereta

Kuat dugaan remaja laki-laki tersebut meninggal terserempet KA Bima rute Surabaya-Jakarta yang melintas pada Jumat (30/4/2021) petang.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
POLRES KEBUMEN
Proses evakuasi korban tewas terserempet KA Bima di Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Sabtu (1/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Seorang remaja, KN (16), warga Desa Tunjungseto, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen ditemukan meninggal dunia di sekitar perlintasan kereta api, desa tempat tinggalnya. 

Dijelaskan Kasubbag Humas Polres Kebumen, Iptu Tugiman, kuat dugaan remaja laki-laki tersebut meninggal terserempet KA Bima rute Surabaya-Jakarta yang melintas pada Jumat (30/4/2021) petang.

Baca juga: Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Online di Kebumen, Mucikari Ini Ngakunya Baru Dua Bulan

Baca juga: Eks Kades Ayamputih Kebumen Ini Kembali Berurusan dengan Hukum, Mantan Istri Dipukul Gunakan Gelas

Baca juga: Tak Lama Lagi, Pemkab Luncurkan Kartu Kebumen Sejahtera, Penerima Manfaat Bakal Dapat Ini

Baca juga: Jabatan Setingkat Kasi dan Kasubbag Bakal Dihapus, Bupati Kebumen: Diberlakukan Mulai Juni 2021

"Semalam, masinis KA Bima informasinya sempat melaporkan telah menabrak warga di Desa Tunjungseto, arah menuju Stasiun Kutowinangun."

"Setelah menerima laporan, pihak stasiun bersama Polsek Kutowinangun menuju lokasi yang dimaksud," jelas Iptu Tugiman kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (1/5/2021). 

Tetapi setelah disisir, lanjutnya, mereka tidak menemukan warga tertabrak kereta api seperti dilaporkan masinis. 

"Sesaat menerima laporan, Polsek bersama pihak stasiun mendatangi TKP dan melakukan pencarian, tapi, tidak ditemukan," jelas Iptu Tugiman

Tak dinyana korban ditemukan meninggal pagi harinya, Sabtu (1/5/2021) sekira pukul 07.00 tidak jauh dari perlintasan KA. 

Korban saat ditemukan mengenakan kaus abu-abu dan masih mengenakan sarung kotak-kotak. 

Informasi warga sekitar, korban sempat ikut tadarus dan pulang ke rumah.

Namun keterangan keluarga, sampai pagi hari, korban tak kunjung pulang.

Hasil olah tempat kejadian perkara, kuat dugaan korban meninggal terserempet kereta api.

Pada tubuh korban pun tidak ditemukan tanda penganiayaan. 

Saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Dua Rumah Hancur Akibat Ledakan Petasan, Kejadian di Gandrungmangu Cilacap

Baca juga: Awas! Penipuan Menggunakan Nama Wakil Bupati Cilacap Terjadi Lagi, Minta Korban Transfer Uang

Baca juga: 10 Desa Penerima Bantuan Internet Pitalebar Dikumpulkan di Baturraden Banyumas, Ikuti Kegiatan Ini

Baca juga: Muncul Klaster Tarawih di Dua Desa, Bupati Banyumas: Kami Paham Karena Masyarakat Sudah Jenuh

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved