Breaking News:

Berita Kriminal Hari Ini

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Online di Kebumen, Mucikari Ini Ngakunya Baru Dua Bulan

Penangkapan tersangka dipimpin AKP Afiditya bersama Unit II Tipidter Satreskrim Polres Kebumen pada Kamis (22/4/2021) di sebuah hotel di Kota Kebumen.

POLRES KEBUMEN
Gelar kasus praktik prostitusi online di Mapolres Kebumen, Jumat (30/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Satreskrim Polres Kebumen membongkar praktik prostitusi online. 

Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Afiditya Arief Wibowo mengungkapkan, pihaknya telah menangkap WN (20), warga Desa Kecritan, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara. 

WN berperan sebagai muncikari. 

"Kami tangkap tersangka dan sidik sampai tuntas," jelas AKP Afiditya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Eks Kades Ayamputih Kebumen Ini Kembali Berurusan dengan Hukum, Mantan Istri Dipukul Gunakan Gelas

Baca juga: Kernet Truk di Kebumen Ditangkap Polisi, Jual Pil Hexymer Tanpa Resep Dokter

Baca juga: Warga Indramayu Diamankan saat Melaju di Banyumas, Bawa Belasan Ribu Petasan Menuju Kebumen

Baca juga: Tak Lama Lagi, Pemkab Luncurkan Kartu Kebumen Sejahtera, Penerima Manfaat Bakal Dapat Ini

Penangkapan tersangka dipimpin AKP Afiditya bersama Unit II Tipidter Satreskrim Polres Kebumen pada Kamis (22/4/2021) di sebuah hotel di kawasan kota Kebumen.

Polisi menyita sejumlah barang bukti seperti dua handphone Android Xiomi Note 7 dan Realmi C 11, alat kontrasepsi, tisu, kunci kamar hotel, serta uang tunai sebesar Rp 1 juta hasil transaksi. 

Modusnya, kata AKP Afiditya, tersangka menawarkan wanita cantik yang bisa di-booking melalui aplikasi pencarian jodoh.

Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp 700 ribu sampai Rp 500 ribu untuk sekali berhubungan badan. 

"Tersangka memperoleh keuntungan 50 persen dari setiap transaksi," ungkap AKP Afiditya. 

Kepada polisi, tersangka mengaku menjalankan bisnis haram itu sejak sekira dua bulan terakhir. 

"Sekira dua bulan beroperasi, Pak," kata tersangka WN.

Dari perbuatan itu, tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberatasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Dan atau Pasal 27 ayat 1 Jo Pasal 45 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.

Ancaman penjara paling lama 6 tahun serta denda paling banyak Rp 1 miliar. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Ajak Warga Hidupkan Ibadah di Masjid, Bupati Cilacap: Tapi, Mengaji dan Belajar Kitab Harus Ada Guru

Baca juga: Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2021, Catatan BNPB: Wilayah Pesisir Cilacap Rawan Tsunami

Baca juga: Hasil Tracking Covid-19 Jemaah Salat Tarawih di Banyumas, Sedang Sakit Namun Berangkat ke Masjid

Baca juga: Data Sepekan Melalui Aplikasi Polisine Inyong: Sudah Ada 1.789 Pemudik Masuk Banyumas

Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved