Berita Banjarnegara Hari Ini
Bertahap Dibersihkan, Eceng Gondok Sudah Penuhi Telaga Merdada Banjarnegara
Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengatakan, kegiatan bersih-bersih ini untuk menciptakan objek wisata yang bersih, nyaman, dan enak dipandang mata.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Ratusan relawan dari berbagai unsur bahu membahu membersihkan eceng gondok di Objek Wisata Telaga Merdada, Desa Karang Tengah Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (27/3/2021).
Salah satu telaga di kawasan dataran tinggi Dieng itu sudah dipenuhi eceng gondok.
Sebagian area danau itu telihat seperti hamparan tanaman liar hingga airnya tak terlihat.
Baca juga: Sahro Tewas Tenggelam, Berenang di Lokasi Galian C Bantarwaru Banjarnegara
Baca juga: Diresmikan Bupati Banjarnegara, SPBU Hasil Patungan 17 Koperasi, Lokasinya di Jalan Raya Prigi
Baca juga: Warga Pesangkalan Banjarnegara Sulap Batu Jadi Objek Wisata, Namanya Watu Desel
Baca juga: Hati-hati, Parapet Jembatan ke Dieng di Wanaraja Banjarnegara Ambrol. Ini yang Dilakukan DPU Jateng
Kondisi ini tentunya mengurangi keindahan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Banjarnegara itu.
Pembersihan eceng gondok dilakukan menggunakan perahu karet dan peralatan seadanya secara manual.
Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengatakan, kegiatan bersih-bersih ini untuk menciptakan objek wisata yang bersih, nyaman, dan enak dipandang mata.
"Ini komunitas pecinta alam semuanya, kami ajak bersama-sama untuk bisa merawat lingkungan, mereka sangat antusias," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (27/3/2021).
Pembersihan eceng gondok menggunakan cara manual ini tidak bisa rampung dalam sehari.
Pekan depan, kata Bupati, pihaknya akan menurunkan alat berat untuk membersihkan eceng gondok ini di telaga.
Jika telaga sudah bersih nantinya, ia meminta semua pihak untuk menjaga kebersihan telaga sehingga tetap menarik dikunjungi wisatawan.
Ia pun menyadari, selain untuk destinasi wisata, Telaga Merdada dimanfaatkan warga untuk mendukung usaha pertanian.
Karena itu, ia meminta warga yang mengambil air dari telaga menggunakan pipa ditata serapi mungkin dan tidak sembarangan.
"Silakan air telaga ini dimanfaatkan untuk semuanya."
"Alam semesta diberikan Allah untuk dinikmati masyarakat."
"Mari rawat bersama sama," katanya. (Khoirul Muzakki)
Baca juga: Masih Polemik, Pengambilan Batu Nisan di Makam Stanagede Wonosobo, Ini Komentar Kadus Mojotengah
Baca juga: Asyik Mancing di Telaga Pengilon Dieng Wonosobo, Dua Pemancing Malah Temukan Mayat Mengambang
Baca juga: RSUD Temanggung Cuma Buka 76 Formasi Lowongan, Pelamarnya Capai 1.821 Orang
Baca juga: Pelaku Sewa Ruko Sehari di Temanggung, Toko Sembako di Solo Kena Tipu, Pesan Barang Cara COD