Berita Regional

10 Penghuni Rumah Kontrakan di Matraman Jakarta Tewas Terbakar, Api Terlihat seusai Subuh

Kasi Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan, kebakaran itu dilaporkan sekira pukul 04.50.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Ilustrasi Kebakaran. Petugas damkar memadamkan api yang melalap ruang oven pabrik pengolahan kayu di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Kamis (10/12/2020) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kebakaran terjadi di permukiman di Jalan Pisangan Baru III, RT 06/RW 10, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (25/3/2021). Kejadian ini mengakibatkan 10 orang meninggal dunia.

Kasi Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan, kebakaran itu dilaporkan sekira pukul 04.50 WIB.

"Untuk objek yang terbakar, kontrakan lima pintu yang dihuni lima KK (Kepala Keluarga), terdiri dari 15 jiwa," ucap Gatot, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Kebakaran Ruko di Kota Semarang: Seorang Penghuni Rumah Tewas, Ditemukan di Bawah Tangga

Baca juga: Cerita Sopiah Korban Kebakaran Pasar Induk Banjarnegara Stok Beras 4 Ton Ludes

Baca juga: Hati-hati, Parapet Jembatan ke Dieng di Wanaraja Banjarnegara Ambrol. Ini yang Dilakukan DPU Jateng

Baca juga: 2 Pekan Terombang-ambing di Laut, ABK Asal Tegal Ditemukan Selamat di Tambora Sulsel

Nahas, 10 dari 15 korban kebakaran itu dilaporkan meninggal dunia lantaran tak bisa menyelamatkan dalam peristiwa tersebut.

Mereka adalah Srimulyani (50), Deby (28), Ria (17), Dani (30), Nizan (1,5), Beni (42), Nova (40), Baeva (15), Fani (20), dan Ni Iman.

"Korban jiwa sebanyak 10 orang," kata Gatot.

Berdasarkan keterangan saksi, Nanang (37), dirinya melihat api sudah membesar dan motor yang ada di dalam rumah sudah terbakar.

"Setelah menyelamatkan anak istri keluar, dia sudah nggak bisa masuk lagi (menuju lokasi kebakaran) karena api membesar," cerita Gatot.

Gatot mengatakan, pihaknya mengerahkan 14 unit mobil pompa secara bertahap ke lokasi, guna memadamkan kobaran api.

Warga sempat berupaya melakukan evakuasi dan pemadaman mandiri. Nahas, kobaran api makin membesar sehingga menyulitkan warga.

"Proses pemadaman dimulai pukul 05.01 WIB dan baru dinyatakan rampung pukul 05.50 WIB," ucap Gatot.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian materil yang diderita ditaksir mencapai sekitar Rp 800 juta.

Sementara, 10 jenazah korban kebakaran langsung dibawa ke rumah sakit guna penanganan lanjutan.

"Penyebab kebakaran dari hasil pemeriksaan sementara akibat korsleting dari satu bangunan lalu merembet ke bangunan lainnya," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved