Jumat, 5 Juni 2026

Berita Jawa Tengah

Bulog Pasti Beli Gabah Petani Karanganyar, Harganya Rp 4.200 per Kilogram

Kesanggupan Bulog untuk menyerap gabah hasil panen para petani itu diwujudkan dalam bentuk kerja sama dan telah ditandatangani bersama di Karanganyar.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
PEMKAB KARANGANYAR
ILUSTRASI - Pegawai Dispertan PP Kabupaten Karanganyar mengecek kondisi gabah milik petani di Popongan Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Senin (8/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Dispertan PP Kabupaten Karanganyar menggandeng Bulog untuk menyerap gabah hasil panen petani.

Seperti diketahui, hal itu menyusul turunnya harga jual di pasaran beberapa waktu ini. 

Kepala Dispertan PP Kabupaten Karanganyar, Siti Maesyaroh menyampaikan, petugas di lapangan telah menghimpun data lahan persawahan yang belum memasuki masa panen.

Baca juga: Tangkap Oknum Pembuang Sampah Depan Gapura, Tiga Warga Gedongan Karanganyar Dapat Rp 2,5 Juta

Baca juga: Rumah Totok Dibobol Maling, Siang Hari di Karanganyar, Perhiasan dan Handphone Istri Raib Digondol

Baca juga: Penyebabnya Karena Burung, Pelaku Emosi Hingga Patahkan Rahang Korban, Dua DPO Polres Karanganyar

Baca juga: Konser Musik Belum Diizinkan di Karanganyar, Kapolres: Acuan Kami Masih Instruksi Bupati

Berdasarkan hasil pendataan, diperkirakan lahan yang belum memasuki masa panen itu dapat menghasilkan sekira 15 ribu ton.

"Bulog sanggup menyerap atau membeli gabah petani Karanganyar."

"Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp 4.200 per kilogram," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (18/3/2021). 

Lebih lanjut, kesanggupan Bulog untuk menyerap gabah hasil panen para petani itu diwujudkan dalam bentuk kerja sama dan telah ditandatangani bersama. 

Terpisah, Kasi Distribusi dan Cadangan Pangan Dispertan PP Kabupaten Karanganyar, Budi Sutrisno menambahkan, hingga saat ini ada beberapa lahan persawahan yang belum memasuki masa panen. 

Lahan tersebut berada di Kecamatan Tasikmadu, Jaten, dan Kebakkramat.

Diperkirakan lahan persawahan di tiga kecamatan itu akan memasuki masa panen pada awal April 2021. 

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, hasil gabah kering dari petani yang telah memasuki masa panen harga jualnya masih berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). 

"Sebagian besar masih di bawah HPP Rp 4.200 per kilogram."

"Rata-rata itu Rp 3.800 per kilogram," ucapnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (18/3/2021). 

Sementara itu, Wakil Pemimpin Perum Bulog Cabang Surakarta, Nanang Harianto mengatakan, prinsipnya Bulog siap untuk membeli gabah hasil panen petani khusus Maret hingga April 2021. 

"Harganya sesuai Permendag."

"Khusus serap gabah untuk harga yang jatuh."

"Kalau di atas HPP, petani bisa setor ke Bulog bisa ke yang lain."

"Tinggal petani milih dijual ke luar yang lebih tinggi atau ke Bulog tetap dengan harga Rp 4.200 per kilogram (GKP)."

"Atau gabah kering giling (GKG) seharga Rp 5.300 per kilogram," ungkapnya. 

Lanjut Nanang, sesuai aturan Bulog menyerap atau membeli hasil panen petani sepanjang kualitasnya sesuai ketentuan Permendag Nomor 24 Tahun 2020.

Dia menjelaskan, apabila ada hasil panen yang tidak sesuai dengan ketentuan tentu akan menjadi dilema.

Semisal kadar airnya melebihi ketentuan.

"Kami upayakan serap, tapi juga mengedukasi petani agar tidak terjadi harga jatuh atau harga murah."

'Sebaiknya ditunda jual."

"Petani keringkan gabah itu terlebih dahulu agar harga bisa naik."

"Kalau gabah kering giling beda juga hasilnya."

"Jauh lebih bagus, Rp 5.300 per kilogram," terangnya. (Agus Iswadi)

Baca juga: Imam Musala Dibacok Saat Salat Subuh, Istri Korban Meninggal, Kapolres Temanggung: Masalah Pribadi

Baca juga: RSUD Temanggung Cari Pegawai Kontrak, Dibuka 76 Formasi, Ini Syarat dan Rinciannya

Baca juga: Ingin Dongkrat Penjualan UMKM, Pemkab Brebes Studi Banding ke Purbalingga Lihat Program Tuka Tuku

Baca juga: Dinkes Jateng Periksa Ulang Sampel Penyintas Corona B117 Asal Brebes, Hasilnya Tunggu Sebulan Lagi

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved