Berita Pendidikan

Salatiga Mulai Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah, Disdik Sebut 90 Persen Orangtua Setuju

Uji coba PTM dilakukan secara bertahap di Kota Salatiga telah mendapat persetujuan dari wali murid atau orangtua siswa. 

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
DISDIK KOTA SALATIGA
Suasana uji coba pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 1 Salatiga, Selasa (16/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Disdik Kota Salatiga secara resmi menggelar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi sekolah setingkat pendidikan dasar (Dikdas), Selasa (16/3/2021). 

Kepala Disdik Kota Salatiga, Yuni Ambarwati mengatakan, terkait uji coba PTM yang bakal dilakukan secara bertahap tersebut juga telah mendapat persetujuan dari wali murid atau orangtua siswa. 

Baca juga: Kami Merasa Dipandang Sebelah Mata, Penataan Kawasan Kumuh Selalu Terbentur Anggaran di Salatiga

Baca juga: Sudah Ada Enam Kamera Pengintai, Ujicoba Penerapan Tilang Elektronik di Kota Salatiga

Baca juga: Pesta Miras Berujung Maut di Salatiga, Tiga Mahasiswa UKSW Meninggal, Awalnya Alami Sesak Napas

Baca juga: Omzet Budi Bisa Capai Rp 75 Juta Tiap Bulan, Warga Salatiga Ini Cuma Andalkan Jual Tanaman Hias

"Rata-rata orangtua siswa 90 persen setuju."

"Data riil kami ada di masing-masing sekolah."

"Kebijakan PTM bisa jadi berubah menyesuaikan kondisi kasus."

"Contoh awal semua setuju sekolah dibuka kemudian terjadi banyak kasus, jadi tidak setuju dan minta kembali ditunda," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (16/3/2021).

Menurut Yuni, selama uji coba PTM semua guru dan siswa juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19) secara ketat.

Dia menambahkan, dalam uji coba PTM tahap pertama ini dilaksanakan di delapan sekolah jenjang SMP dan SD.

Seperti di SMP Negeri 1, SMP Negeri 3, SMP Negeri 8, dan SMP Negeri 10 Salatiga.

Kemudian SD Negeri Salatiga 1, SD Negeri Kalicacing 2, SD Negeri Kutowinangun 1, dan SD Negeri Ledok 1. 

"Siswa yang mengikuti uji coba PTM, sebelumnya juga harus mendapat persetujuan orangtua."

"Berangkat ke sekolah juga harus diantar orangtua atau anggota keluarga," katanya.

Pihaknya menyatakan, sebelumnya sekolah juga telah mempersiapkan sarana dan prasarana menunjang pembelajaran muka.

Adapun sarana dan prasarana yang harus dipenuhi sekolah.

Seperti tempat pembelajaran yang sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan, tempat cuci tangan, masker, hingga hand sanitizer.

Lebih lanjut, pelaksanaan uji coba PTM ini juga telah mendapat izin dari Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Salatiga

"Uji coba ini bagian dari persiapan penerapan PTM yang rencananya akan dilaksanakan mulai Juli 2021."

"Itu setelah para guru mendapatkan suntikan vaksin," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Baca juga: Tak Mau Jadi Klaster Baru di Stadion Kebondalem Kendal, Operasional Fasilitas Olahraga Dikaji Ulang

Baca juga: Permudah Pembeli Pasar Relokasi, Dishub Kendal Minta BRT Trans Jateng Perpanjang Rute sampai Weleri

Baca juga: Lima Pebalap Liar Ini Dihukum Tirukan Suara Knalpot Motor, Ditangkap di Jalan Kokrosono Semarang

Baca juga: Kurir Perusahaan Ekspedisi di Tembalang Semarang Ini Curi Laptop, Khabib: Buat Bayar Kredit Online

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved