Berita Demak
Dapat Donasi Rp 8,5 Juta, Warga Timbulsloko Demak Bakal Lanjutkan Pembangunan Jalan Tembus Rob
Solidaritas Kemanusiaan resmi menghentikan penggalan donasi untuk warga Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Solidaritas Kemanusiaan resmi menghentikan penggalan donasi untuk warga Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, yang beberapa waktu lalu kesulitan dana membangun jalan di tengah rob.
Koordinator penggalangan donasi, Masnuah mengatakan, penggalangan donasi dimulai tanggal 1 Maret 2021 hingga 7 Maret 2021.
"Hasil donasi yang telah dikirimkan para donatur ke rekening Yayasan Paralegal Pertiwi dan secara cash, total sebesar Rp 8.500.000. Kami menyerahkan donasi ini kepada Warga Dukuh Timbulsloko pada tanggal 7 Maret 2021, pukul 15.00 WIB, agar dapat dipergunakan untuk pembangunan jalan dukuh yang masih menyisakan 40 persen," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (7/3/2021).
Baca juga: Butuh Bantuan, Warga Timbulsloko Demak Kehabisan Dana Buat Bangun Jalan Kampung di Tengah Rob
Baca juga: Akibat Korsleting Listrik, Rumah Warga Karangawen Demak Ludes Dilalap Api
Baca juga: Sepekan, Angin Ribut Terjang 5 Kecamatan di Demak. 521 Rumah Rusak
Baca juga: PMI Demak Kekurangan Stok Darah, Stok Darah Golongan AB Tersisa 5 Kantong
Masnuah pun berterima kasih kepada para donatur yang turut serta dalam kegiatan kemanusiaan ini.
"Kami mendesak pemerintah segera hadir memulihkan desa-desa pesisir di Indonesia yang telah dan akan tenggelam dari dampak krisis iklim, di antaranya desa-desa di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah," ujarnya.
Menurut Masnuah, abrasi dan tenggelamnya sejumlah desa di Kecamatan Sayung disebabkan krisis iklim yang mendorong permukaan air laut naik begitu cepat.
Seharusnya, kata dia, pemerintah segera menyusun langkah-langkah pemulihan desa pesisir yang terkena abrasi dan terancam tenggelam secara terukur dan berkelanjutan.
"Langkah pemulihan dapat dimulai dengan menghentikan proyek-proyek yang akan memperburuk kualitas lingkungan hidup, membuat permukaan tanah semakin menurun dan mengancam kehidupan masyarakat," katanya.
"Selanjutnya, Kami menuntut pemerintah serius menangani dampak buruk krisis iklim dengan cara melibatkan masyarakat terdampak abrasi dalam skema mitigasi dan adaptasi krisis iklim," imbuhnya.
Sebelumnya, sejak 12 Februari 2021, warga Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, membangun jalan yang menjadi satu-satunya akses masuk ke kampung tersebut.
Baca juga: Diatur Perda, Pemkab Kebumen Wajib Memberi Bantuan Hukum bagi Warga Miskin Bermasalah Hukum
Baca juga: Tega, Seorang Pemuda di Banyumas Setubuhi 2 Bocah yang Kini Jadi Iparnya
Baca juga: 5 Berita Populer: 4 Orang Tewas Tertimpa Pohon di Pemalang-Pelecehan Terekam CCTV di Pekalongan
Baca juga: Tabrakan Beruntun di Bawen Kabupaten Semarang, Seorang Pengendara Motor Tewas
Pembangunan jalan itu dilakukan lewat cara mengumpulkan iuran warga setempat.
Masnuah, dari Yayasan Paralegal Pertiwi mengatakan, jalan yang dibangun warga terbuat dari kayu dengan lebar 1,3 meter.
Sampai saat ini, kata dia, proses pembangunan baru rampung 60 persen.
Untuk meneruskan pembangunan, warga tidak mampu karena kehabisan dana.
"Maka, kami membuka donasi untuk membantu waega Timbulsloko," kata Masnuah, Senin (1/3/2021).
Masnuah mengatakan, jalan ini dibangun lebih tinggi dari jalan kampung sebelumnya, yang kini gergenang rob.
Saat ini, desa yang dihuni 170 kepala keluarga (KK) itu direndam rob. Sebagian warga masih bertahan dengan genangan air laut di sekitar rumah mereka. (*)