Breaking News:

Berita Tegal

Potret Pandemi Covid dalam Pameran Seni di Kota Tegal, dari Kabar Media hingga Lockdown

Tujuh topeng menggambarkan ekspresi wajah berbeda-beda terpasang di dinding satu sudut Spasi Creative Space di Jalan Sawo, Kota Tegal, Sabtu.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Seni rupa instalasi karya Slamet Wowok Legowo dalam pameran bertajuk 'Coretan Pandemi' yang digelar di Spasi Creative Space di Jalan Sawo, Kota Tegal, 15 Februari sampai 9 Maret. 

Karya seni yang ditampilkan kali ini menggunakan kertas karton sebagai media.

Menurut Kisna, kertas karton karena melambangkan keadaan yang serba susah. Seperti yang sedang dialami masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Termasuk, bagi seniman sendiri yang kesulitan mendapatkan bahan baku seni rupa.

Karya seni rupa yang dipamerkan berupa dua dimensi, instalasi, abstrak, dan realis.

"Jadi, di ruangan berukuran 4x3,5 meter ini, kami memperlihatkan karya seni yang berbahan serba karton. Dan ini asli karya para seniman di Tegal," kata Kisna kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu.

Kisna mengatakan, karya yang dipamerkan menjadi respon para seniman dalam melihat beragam isu di masa pandemi Covid-19, sejak kehadiran pertama Covid-19 di Indonesia, Maret 2020 hingga berganti tahun 2021.

Ia mencontohkan, karya Slamet Wowok Legowo yang berjudul 'Paling Top 2020'. Karya tersebut mengilustrasikan kabar trend di media massa.

Ilustrasi itu disimbolkan lewat topeng berbalut lembaran koran.

Ada topeng memiliki kabar kemunculan Covid-19, korban pandemi meningkat, pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kasus naik pasca cuti, hingga topeng berkabar vaksinasi.

Namun, menurut Kisna, ada juga kritik terhadap media massa yang saling berbeda dalam memberitakan. Misalnya, karya Rieky Rafsanjani yang berjudul konflik media.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved