PPKM Mikro Jateng

Ganjar Pranowo: Dukung PPMK Mikro di Jateng, Delapan Persen Dana Desa Bisa Digunakan

Dalam penerapan PPKM Mikro di Jawa Tengah, rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) menjadi ujung tombak berjalannya kebijakan ini.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan pernyataan seusai rakor penanganan Covid-19 bersama Bupati dan Wali Kota se- Jawa Tengah secara virtual, Senin (1/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) Mikro dimulai Selasa (9/2/2021).

PPKM Mikro tersebut berlangsung hingga 22 Februari 2021.

Dalam penerapan pembatasan ini, rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) menjadi ujung tombak berjalannya kebijakan ini.

158 Desa di Jateng Jadi Prioritas PPKM Mikro, Masuk Kategori Risiko Tinggi Penularan Covid

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Usul ke Presiden, Pedagang Masuk Penerima Vaksinasi Covid Tahap Kedua

Hari Kedua Jateng di Rumah Saja di Purbalingga, Bupati Tiwi Cek Pasar dan Perbatasan

Prakiraan BMKG: Jateng bagian Utara Diperkirakan Diguyur Hujan 4 Hari ke Depan, Ini Sebarannya

Nantinya akan ada Posko Penanganan Covid-19 di tingkat desa.

Dalam operasionalnya, pemerintah desa membutuhkan dukungan anggaran.

Oleh karena itu, Dana Desa bisa digunakan untuk kebutuhan aktivitas PPKM Mikro.

" Dana Desa sebesar 8 persen bisa digunakan untuk mendukung kegiatan PPKM berskala mikro ini," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kepada Tribunbanyumas.com, Senin (8/2/2021).

Hal itu sudah sesuai dengan apa yang dirapatkan bersama jajaran menteri terkait PPKM Mikro.

Dalam Instruksi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Inmendes) Nomor 1 Tahun 2021, diperbolehkan penggunaan Dana Desa untuk mendukung PPKM Mikro di tingkat desa.

Dana Desa boleh digunakan sesuai kebutuhan dan sesuai kewenangan desa.

Dana Desa bisa digunakan untuk pengadaan ruang isolasi, sarana cuci tangan, masker, dan lain-lain.

Ganjar menuturkan, Jawa Tengah sudah memiliki program Jogo Tonggo yang menyentuh hingga masyarakat lingkup terkecil.

Karena itu, diharapkan Jogo Tonggo bisa diaktifkan kembali.

Jogo Tonggo merupakan upaya gotong royong antarwarga dalam penanganan Covid-19.

Tidak hanya dari segi kesehatan, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo menjelaskan, pemerintah provinsi juga menyiapkan dukungan logistik untuk mensukseskan PPKM Mikro ini.

"Banyak dukungan logistik dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, atau kota."

"Pemerintah desa juga ada."

"Jadi dari sumber anggaran cukup banyak, bisa dipakai, karena pandemi ini prioritas."

"Kami juga sudah mengajukan kebutuhan anggaran tersebut," kata Yulianto kepada Tribunbanyumas.com, Senin (8/2/2021).

Selain kebutuhan sarana dan prasarana, yang perlu diperhatikan dalam PPKM Mikro ini yakni sumber daya manusia berupa tenaga untuk melakukan tracing atau pelacakan (tracer).

Lantaran tenaga kesehatan di Puskesmas terbatas, sehingga dibutuhkan relawan untuk menjadi tracer.

Pelatihan Petugas Tracer

Relawan di lingkup desa, kata dia, sangat banyak.

Bisa dari PKK, Satgas Jogo Tonggo, serta personel kepolisian (Bhabinkamtibmas) dan TNI (Babinsa).

"Kalau tenaga di Puskesmas untuk tracer dan cover desa atau kelurahan apalagi semua RW itu tidak cukup."

"Makanya itu harus dibantu."

"Karena itu, kami melakukan pelatihan kepada petugas tracer."

"Kami bekali kemampuan teknis cara tracing itu seperti apa," terangnya.

Pihaknya juga akan membekali relawan tersebut agar bisa tercegah dari bahaya infeksi Covid-19 lantaran harus kontak dengan banyak orang.

Pelatihan disampaikan secara virtual.

"Sejumlah bekal logistik penting."

"Lalu juga alat pelindung diri (APD) dan alat rapid test antigen," imbuhnya. (Mamduh Adi)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Jalur KA Semarang Tawang Hingga Alastua Masih Tergenang Air, Ketinggian Capai 24 Sentimeter

Setelah Banjir dan Longsor, Angin Puting Beliung Hajar Kota Semarang: Rusak Rumah dan Pasar

Masih Banyak Nakes Belum Disuntik Vaksin, Dinkes Blora: Kami Jadwalkan 8 Februari 2021

Mekanisme Pelantikan Bupati Blora Belum Diketahui, Rencana Digelar 17 Februari 2021

Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#PPKM Mikro Jateng
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved