Berita Banjarnegara
Kisah Kedekatan Alana Bersama Syeikh Ali Jaber, Hafiz Cilik Asal Banjarnegara Ini Tak Henti Bersedih
Alana, bocah keterbatasan fisik dan harus memakai kursi roda saat itu, begitu fasih melafalkan ayat-ayat suci Alquran yang dihafalnya.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
Berita kepergian Ali yang membanjiri media massa seperti serbuan anak panah yang menghunus dadanya.
Alana begitu terpukul, guru Alquran dirinya pergi untuk selamanya.
Air matanya deras, suaranya patah-patah, dan napasnya terengah-engah.
"Waktu Syeikh Ali meninggal, Alana mendengar kabar langsung menangis terus sehari."
"Tidak mau makan," kata Darsiah, ibu Alana kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (23/1/2021).
Meski tak bisa takziah langsung, Alana mengikuti terus perkembangan berita mengenai Syeikh Ali Jaber di media massa.
Ia yang tak memiliki televisi di rumah, bahkan harus menumpang di rumah tetangga agar bisa menyaksikan siaran televisi.
Darsiah pun ikut terpukul.
Ia tak kuasa meneteskan air mata dan tubuhnya lemas.

Baca juga: Sering Beri Info Jalan Berlubang, Tukang Ojol di Banjarnegara Diganjar Penghargaan dari Polres
Baca juga: Angin Segar Buat Warga Banjarmangu Banjarnegara, Maret 2021 Betonisasi Jalan Pucang-Jenggawur
Baca juga: Tak Ada Ikan yang Dijual di TPI Tanjungsari Sugihwaras Pemalang, Ini Penyebab Utamanya
Dia setia menemani Alana di depan televisi untuk menyaksikan siaran langsung tentang pengurusan jenazah Syeikh Ali Jabeer.
Ibu dan anak itu mengikuti terus perkembangan berita itu sejak jenazah Syaikh Ali di RS Yarsi Jakarta hingga dimakamkan.
Alana sampai tak mau makan karena kenyang dengan kesedihan.
"Cuma bangun salat terus di depan TV lagi, salat dhuhur sampai magrib."
"Kan selesai pemakamannya Maghrib," katanya.
Darsiah terus berusaha menenangkan anaknya.