Berita Sepak Bola

Bisa Ditiru, Begini Cara Imran Nahumarury Biar Tidak Kehilangan Feeling Kepelatihannya di PSIS

Bila para pemain rentan mengalami penurunan kondisi kebugaran, di dunia kepelatihan bakal rentan kehilangan kemampuan analisisnya.

TRIBUN BANYUMAS/F ARIEL SETIAPUTRA
ILUSTRASI - Bek PSIS Semarang Safrudin Tahar saat menjalani latihan di Lapangan Telo Banyumanik Kota Semarang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Asisten pelatih PSIS Semarang, Imran Nahumarury tak mau kemampuan melatihnya hilang selama kompetisi Liga 1 belum dijalankan.

Menurut Imran, vakumnya kompetisi yang cukup lama menjadi konsekuensi tersendiri bagi pelaku sepak bola.

Bila para pemain rentan mengalami penurunan kondisi kebugaran, di dunia kepelatihan bakal rentan kehilangan kemampuan analisis.

Baca juga: Pelatih PSIS Semarang Sudah Dilirik Klub Tiga Negara, Begini Jawaban Dragan Djukanovic

Baca juga: Lanjutan Liga 1 Tak Kunjung Dimulai, GM PSIS Semarang: Klub Sekarat

Baca juga: Pernah Merumput di Spanyol, Gelandang PSIS Semarang Membuka Peluang Kembali Berkarir di Luar Negeri

Baca juga: PSIS Semarang Siap Kehilangan Poin jika Liga 1 Bergulir Februari, Ini Alasan CEO PSIS

Kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (16/1/2021), selama kembali ke kampung kelahirannya di Tulehu, Provinsi Maluku, Imran tak henti-hentinya mengasah kemampuan analisisnya sebagai pelatih.

"Menjaga feeling melatih ini biar tidak hilang, disamping liburan di Tulehu, Ambon."

"Di sini ada banyak pemain nasional, pemain Liga 1 yang sedang sama-sama pulang kampung."

"Ya saya sering ketemu dan melatih mereka."

"Tapi sebelum itu (pulang kampung--red), saya ikut di beberapa kursus lisensi memberikan materi seperti di Kabupaten Pati," kata Imran.

Menurut eks gelandang Persija Jakarta tersebut, dalam menjaga feeling melatih ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan.

Versi Imran, ia juga kerap menganalisis rekaman pertandingan klub-klub Eropa.

Hal ini seperti yang dilakukan pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic selama menantikan lanjutan kompetisi Liga 1.

"Kalau istirahat total ya kurang baik juga."

"Di dunia kepelatihan kita harus menjaga feeling melatih."

"Menjaga sentuhan melatih."

"Pokoknya jangan vakum sama sekali," ucapnya.

"Harus tetap mengasah kemampuan dalam menganalisis, mengasah feeling."

"Bahkan kalau di rumah saya kadang lihat atau edit-edit rekaman video tim Eropa."

"Saya analisis segala macam, itu saja kok," pungkasnya. (F Ariel Setiaputra)

Baca juga: Inspiratif, Cara Baru Dicontohkan Polres Banjarnegara, Penyaluran Bansos Manfaatkan Jasa Ojol

Baca juga: Warga Wonosobo Ini Kepergok Jual Kubis Hasil Curian, Beraksi di Kebun Desa Gembol Banjarnegara

Baca juga: AKBP Ganang Nugroho Widhi Jabat Kapolres Wonosobo, AKBP Fannky Ani Sugiharto Geser ke Purbalingga

Baca juga: Vikasso Beli Sepaket Seharga Rp 3 Juta, Pasutri Edarkan Uang Palsu Saat Berwisata ke Wonosobo

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved