Berita Sepak Bola
Bisa Ditiru, Begini Cara Imran Nahumarury Biar Tidak Kehilangan Feeling Kepelatihannya di PSIS
Bila para pemain rentan mengalami penurunan kondisi kebugaran, di dunia kepelatihan bakal rentan kehilangan kemampuan analisisnya.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Asisten pelatih PSIS Semarang, Imran Nahumarury tak mau kemampuan melatihnya hilang selama kompetisi Liga 1 belum dijalankan.
Menurut Imran, vakumnya kompetisi yang cukup lama menjadi konsekuensi tersendiri bagi pelaku sepak bola.
Bila para pemain rentan mengalami penurunan kondisi kebugaran, di dunia kepelatihan bakal rentan kehilangan kemampuan analisis.
Baca juga: Pelatih PSIS Semarang Sudah Dilirik Klub Tiga Negara, Begini Jawaban Dragan Djukanovic
Baca juga: Lanjutan Liga 1 Tak Kunjung Dimulai, GM PSIS Semarang: Klub Sekarat
Baca juga: Pernah Merumput di Spanyol, Gelandang PSIS Semarang Membuka Peluang Kembali Berkarir di Luar Negeri
Baca juga: PSIS Semarang Siap Kehilangan Poin jika Liga 1 Bergulir Februari, Ini Alasan CEO PSIS
Kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (16/1/2021), selama kembali ke kampung kelahirannya di Tulehu, Provinsi Maluku, Imran tak henti-hentinya mengasah kemampuan analisisnya sebagai pelatih.
"Menjaga feeling melatih ini biar tidak hilang, disamping liburan di Tulehu, Ambon."
"Di sini ada banyak pemain nasional, pemain Liga 1 yang sedang sama-sama pulang kampung."
"Ya saya sering ketemu dan melatih mereka."
"Tapi sebelum itu (pulang kampung--red), saya ikut di beberapa kursus lisensi memberikan materi seperti di Kabupaten Pati," kata Imran.
Menurut eks gelandang Persija Jakarta tersebut, dalam menjaga feeling melatih ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan.
Versi Imran, ia juga kerap menganalisis rekaman pertandingan klub-klub Eropa.
Hal ini seperti yang dilakukan pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic selama menantikan lanjutan kompetisi Liga 1.
"Kalau istirahat total ya kurang baik juga."
"Di dunia kepelatihan kita harus menjaga feeling melatih."
"Menjaga sentuhan melatih."
"Pokoknya jangan vakum sama sekali," ucapnya.