Rabu, 20 Mei 2026

Berita Kebumen

Nelayan di Pantai Menganti Terpaksa Libur Melaut setelah Gelombang Pasang Rusak Kapal

Nelayan di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen, terpaksa libur beberapa hari karena cuaca ekstrem.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Nelayan mengevakuasi kapal yang rusak tersapu gelombang tinggi di Desa Karangduwur, Pantai Menganti Kebumen, Rabu (30/12/2020) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Nelayan di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen, terpaksa libur beberapa hari karena cuaca ekstrem. Peralatan mereka rusak akibat gelombang pasang.

Gelombang pasang dan badai telah merusak sejumlah perahu nelayan yang bersandar di Pantai Menganti, Desa Karangduwur Kebumen, Rabu (30/12/2020) malam. Nelayan kemudian sepakat libur melaut dalam beberapa hari.

Ketua Biro Hukum dan Advokasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kebumen Sukamsi mengatakan, gelombang pasang setinggi sekitar 2 meter menerjang wilayah pantai Menganti, Rabu.

Baca juga: Nekat Nyalakan Petasan Saat Malam Pergantian Tahun, Dua Aturan Ini Bakal Digunakan Polres Kebumen

Baca juga: Mulai Selasa Siang, Stasiun Kebumen Buka Layanan Rapid Test Antigen, Biayanya Cuma Rp 105 Ribu

Baca juga: Aksi Residivis Ini Nyaris Sukses di Kebumen, Saat Dorong Motor Hasil Curian Justru Kehabisan BBM

Baca juga: Tak Mau Kecolongan, Polres Kebumen Juga Intensifkan Penjagaan Melekat di Tiap Gereja

Akibat bencana itu, belasan perahu mengalami kerusakan ringan hingga berat. Bahkan, di antaranya, ada yang hanyut terbawa arus laut.

Warga maupun nelayan, malam itu, langsung bahu membahu mengevakuasi perahu-perahu lain ke tempat yang lebih tinggi.

"Kalau tidak dievakuasi, dampaknya lebih parah," katanya, Jumat (1/1/2021).

Nelayan pun harus menanggung kerugian materi karena perahu rusak.

Ia menaksir, kerugian mencapai Rp 175 juta. Kerugian bukan hanya dari kondisi perahu yang rusak atau hilang namun juga alat tangkap ikan, semisal jaring yang lenyap tersapu gelombang.

Perahu yang rusak berat tidak bisa diperbaiki kembali karena kondisinya telah hancur. Sementara, perahu yang hanyut hilang.

"Yang rusak ringan masih bisa diperbaiki, ditambal," katanya.

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Kebumen ikut memikirkan nasib nelayan akibat bencana tersebut.

Bantuan dari pemerintah diharapkan bisa meringankan beban nelayan untuk memperbaiki perahunya yang rusak atau memperbarui yang hilang.

Baca juga: Wali Kota Salatiga Yuliyanto Ancam Evaluasi Izin Klinik yang Patok Harga Rapid Test Antigen Tinggi

Baca juga: Tak Jadi Tahun Ini, Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Mulai 2022

Baca juga: Dalam Sepekan, Tercatat Ada 2.324 Pemudik Natal dan Tahun Baru Tiba di Kabupaten Pekalongan

Baca juga: Di Penghujung Tahun 2020, Angka Kesembuhan Covid-19 di Kota Tegal Diklaim Capai 80 Persen

Terlebih, selama ini, nelayan telah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kebumen melalui retribusi penjualan ikan.

"Nelayan sudah banyak kasih retribusi ke pemerintah, " katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved