Breaking News:

Berita Purbalingga

Banjir Luapan Sungai Klawing Masih Merendam 2 Desa, BPBD Purbalingga Kirim 100 Paket Sembako

Badan Penanggulangan Bencana Baerah (BPBD) Purbalingga memberi bantuan logistik bahan pokok, khususnya kepada warga yang masih kebanjiran.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Pemkab Purbalingga salurkan bantuan untuk korban banjir akibat luapan Sungai Klawing, Minggu (13/12/ 2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Beberapa desa di Kabupaten Purbalingga sempat dilanda banjir akibat luapan Sungai Klawing dan sungai-sungai kecil di sekitarnya, Sabtu (12/12/2020).

Banjir luapan sempat mereda namun hingga Minggu (13/12/2020), masih ada sejumlah rumah yang tergenang banjir sehingga mengganggu aktivitas warga.

Padahal, sebelumnya, beberapa desa di Kecamatan Kemangkon juga tergenang banjir akibat luapan sungai Klawing, Kamis(3/12/2020).

Untuk meringankan beban warga yang dilanda musibah, Pemkab Purbalingga melalui Badan Penanggulangan Bencana Baerah (BPBD) setempat memberi bantuan logistik bahan pokok, khususnya kepada warga yang masih kebanjiran.

"Setelah kami survei, mereka yang layak mendapatkan bantuan ada di Desa Penolih dan Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang," kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga Agus Winarno, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Warga 6 Desa di Kemangkon Purbalingga Sempat Mengungsi Akibat Luapan Sungai Klawing

Baca juga: Positif Covid-19, Bupati Purbalingga Tiwi Minta Maaf Tak Bisa Kunjungi Warga Korban Bencana

Baca juga: 5 Puskesmas di Purbalingga Tutup Sementara setelah Sejumlah Nakes Positif Covid-19

Baca juga: Gelar Wayang dan Bernyanyi, Cara Polres Purbalingga Pulihkan Trauma Anak Korban Longsor Tumanggal

Bantuan ini diberikan mengingat banjir telah menghambat kegiatan ekonomi masyarakat.

Agus mengatakan, ada 100 paket sembako yang disalurkan.

Disamping menyerahkan bantuan, Tim dari BPBD Purbalingga juga mengunjungi desa-desa, khususnya yang berada di tepi Sungai Klawing.

Di antara desa itu berada di Kecamatan Kemangkon, yakni Desa Jetis, Toyareka, Gambarasari, Muntang, Sumilir, hingga Desa Bokol.

"Luapan sudah tidak lagi menggenangi rumah warga, namun lebih banyak di area persawahan yang terdampak," katanya. (*)

Baca juga: Disanksi Bersihkan Makam di TPU Sompok Semarang, Pria Tak Pakai Masker Ini Langsung Menuju Makam Ibu

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Kota Tegal Mulai Naik, Daging Ayam Rp 40 Ribu/Kg dan Telur Ayam Rp 27/Kg

Baca juga: Warga Diminta Tunggu Pengumuman Resmi, Pemerintah Belum Menetapkan Harga Vaksin Sinovac

Baca juga: KA Brantas Tabrak Mobil Patroli Polsek Kalijambe Sragen, 2 Polisi Tewas dan 1 Anggota TNI Hilang

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved