Breaking News:

Berita Purbalingga

Warga 6 Desa di Kemangkon Purbalingga Sempat Mengungsi Akibat Luapan Sungai Klawing

Hujan berintensitas tinggi pada Rabu (2/12/2020) sore hingga malam membuat Sungai Klawing Purbalingga, meluap.

TRIBUNBANYUMAS/BPBD Kabupaten Purbalingga
ILUSTRASI. Tim SAR gabungan lakukan evakuasi dua orang yang terjebak di tengah pulau pertemuan antara Sungai Klawing dan Sungai Gintung Desa Slinga, Kecamatan Kaligondang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Hujan berintensitas tinggi pada Rabu (2/12/2020) sore hingga malam membuat Sungai Klawing Purbalingga, meluap.

Akibatnya, sebagian wilayah permukiman di beberapa desa di dekat aliran sungai tersebut, tergenang air.

Desa-desa terdampak banjir itu meliputi Desa Jetis, Kalialang, Muntang, Toyareka, Semilir, dan Gambarsari, Kecamatan Kemangkon.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Purbalingga Muhsoni mengatakan, pihaknya telah melakukan evakuasi korban banjir di beberapa desa sejak Rabu malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca juga: Sungai Beringin Meluap, 2 Kelurahan di Tugu Kota Semarang Terendam Banjir

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 3 Desember 2020 Rp 1.921.000 Per 2 Gram

Baca juga: Ruang ICU Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Sudah Penuh, Sekda Sleman Tunggu Solusi Provinsi

Baca juga: 50 Kilometer Jalan Pantura Batang Minim Penerangan, Bikin Pengendara Was-was, Begini Respon Dishub

Evakuasi warga ke tempat aman dilakukan menggunakan perahu karet.

Ratusan keluarga terpaksa diungsikan ke beberapa titik pengungsian.

"Banjir karena faktor hujan," katanya.

Tinggi genangan di permukiman di enam desa tersebut bervariasi, berkisar antara 30 cm sampai 1,5 meter.

Muhsoni mengatakan, banjir terparah terjadi di Desa Jetis Kecamatan Kemangkon. Ketinggian air di wilayah ini mencapai sekitar 1,5 meter.

Muhsoni mengatakan, kondisi genangan pagi ini berangsur surut.

Di Desa Gambarsari, ketinggian air menurun hingga tinggal sekitar 30 cm.

Warga desa yang tadinya mengungsi pun telah kembali ke rumah masing-masing untuk bersih-bersih.

"Sudah mulai surut. Di desa Jetis, terparah karena berada di wilayah cekungan," katanya. (*)

Baca juga: Inalillahi, Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muhammadun R Jundi Tutup Usia

Baca juga: Ini Sarung Songket Turkey Buatan Warga Tegal, Laris Manis di Delapan Negara Benua Afrika

Baca juga: Akses Dusun Gletuk dan Pringapus Temanggung Tertutup Longsoran, Dapur Milik Suraman Juga Lenyap

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved